PELAKSANAAN KONSERVASI ENERGI DI BATAN MELALUI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN ENERGI BERBASIS ISO 50001 Implementation of Energy Conservation In BATAN Based on ISO 50001- Energy Management System Sunarto 1 , Khusnul Khotimah 2 dan Sigit Santosa 3 1,2,3 Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Gedung 71, Lantai 1, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15313, Indonesia E-mail: narto@batan.go.id Abstrak Berdasarkan Peraturan Pemerintah Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan Program Hemat Energi. Namun, Masyarakat Indonesia masih belum maksimal dalam menerapkannya sebagai kebiasaan, dan masih sebatas anggapan adanya program pengurangan tagihan listrik saja. Padahal, sumber energi bisa habis dan terjadi krisis energi akibat pemborosan dan penggunaan yang tidak efisien. Oleh karena itu, diperlukan komitmen berkelanjutan untuk menggunakan energi secara bijak, termasuk di tingkat instansi pemerintah di Indonesia seperti di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Salah satu upayanya melalui budaya hemat energi untuk menggunakan energi secara efektif dan efisien berbasis ISO 50001. Metode penelitian dalam makalah ini menggunakan studi literatur dan observasi penelitian sebelumnya dari penulis secara kualitatif dari hasil data kuantitatif sekunder. Hasil penelitian menunjukkan tagihan listrik Tahun 2020 untuk konsumsi energi listrik di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) BATAN pada Gedung Unit PSTBM, PTBBN, PTKRN, PTLR, PRSG, PRFN, PTRR, PPIKSN masih terkategori tinggi, sebagaimana informasi tagihan pemakaian listrik dari bulan Januari-Desember Tahun 2020 mencapai rata-rata Rp. 1.642.039.682,- dari fluktuatif peningkatan sebelum pandemi Bulan Januari 8,62%, Februari 9,60% dan masa pandemi di Bulan Maret 8,38%, April 8,67%, Mei 8,53%, Juni 6,28%, Juli 7,26%, Agustus 8,74%, September 8,34%, Oktober 8,63%, November 8,28% dan Desember 8,62%. Sehingga perlu penerapan budaya hemat energi yang diterapkan melalui: (1) Penerapan budaya hemat energi melalui praktik konservasi energi (hemat energi, bijak dan cerdas penggunaan energi); (2) Kebiasaan inkubator hemat energi dalam dua arah (pembelajaran dari gugus tugas energi melalui tim pemeliharaan dan atau perawatan sarana dan prasarana (sarpras) tingkat satuan kerja kepada semua karyawan agar berpartisipasi aktif), seperti mematikan peralatan secara sadar dengan mencabut sambungan listrik alat elektronik (air, lampu, AC) yang tidak digunakan sehingga akan menjadi kebiasaan positif untuk menggunakan energi yang efisien dan rasional. Usulan budaya hemat energi tidak hanya menjadi daya tarik normatif, tetapi harus ada komitmen melalui matriks manajemen energi, termasuk agar BATAN memiliki budaya hemat energi pada level 2 hingga 3 dari level kini yang masih pada level 1. Kata kunci: Budaya, Hemat Energi, Unit Kerja Abstract Based on the Indonesian Government Regulation Number 70 of 2009 concerning Energy Conservation, the Government of Indonesia has launched the Energy Saving Program. However, the Indonesian people are still not maximal in implementing it as a habit. It is still limited to the assumption that there is only an electricity bill reduction program. Energy sources can run out even energy crisis occurs due to waste and inefficient use. Therefore, a continuous commitment is needed to use energy wisely, including in National Nuclear Energy Agency (BATAN) as a research government agency in Indonesia. One of the efforts is energy-saving culture to use energy effectively and efficiently based on ISO 50001. The research method in this paper uses a study of literature and qualitative observations of previous research from the author and secondary quantitative data. The results of the electricity bill for electricity consumption in the Serpong Nuclear Area (KNS) BATAN at the PSTBM Unit Building, PTBBN, PTKRN, PTLR, PRSG, PRFN, PTRR, PPIKSN is still in the high category, as information on electricity usage bills from January- December 2020 reached an average of Rp. 1,642,039,682,- from the fluctuating increase before the pandemic in January 8.62%, February 9.60% and during the pandemic in March 8.38%, April 8.67%, May 8.53%, June 6.28%, July 7.26%, August 8.74%, September 8.34%, October 8.63%, November 8.28% and December 8.62%. So, it is necessary to apply an energy-saving culture that is implemented through (1) Application of an energy-saving culture through energy conservation practices (energy saving, wise and intelligent use of energy); (2) The habit of energy-saving incubators in two directions (learning from the energy task force through the maintenance team and or maintenance of facilities and infrastructure at the work