34 BEDA EFEKTIFITAS METODE BUGNET EXERCISE DENGAN METODE WILLIAM FLEKSION EXERCISE PADA PASIEN NYERI PINGGANG BAWAH DI KLINIK FISIOTERAPI RATULANGI MEDICAL CENTRE MAKASSAR Suharto, Arpanjam’an, Suriani Jurusan Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar ABSTRAK Low back pain is a common complaint in everyday practice. It is estimated that almost everyone has experienced low back pain during his lifetime. The cause of low back pain is very diverse from mild to severe and very serious. In Indonesia, lower back pain is found at the age of 40 years. In developed countries the prevalence of low back pain is about 70-80%. Although rarely fatal but the perceived pain causes the patient to experience limitations in daily activities and many loss of working hours, especially in the productive age, so that is the most reason in seeking treatment.This study aims to determine the Differences Effectiveness between Bugnet Exercise method with William Fleksion Exercise method on the application of Infra Red Rays Patients with Lower Waist Pain with quasi experimental and pre-test research design - post test two groups of 20 people each method 10 research subjects randomly Sampling. Both groups were measured by using Visual analog scale before and after treatment. The results of the study were 50% aged 31-40 and 50% aged 41-60 years. In the research subjects given IRR and Bugnet exercises obtained p value = 0.000. While given IRR and William flexion exercises obtained p value = 0.005. In the Mann Whitney Test test, p = 0.052> α = 0.05, which means there is no significant difference between the two methods to decrease the actuality of lower back pain but IRR with William flexion exercises has a greater mean value of change that is 3,350 ± 0.66841 cm than the group IRR treatment with Bugnet Exercise method is 3,300 ± 0.66173 cm. It was concluded that IRR with William flexion exercises better results in decreased pain in patients with lower back pain. Keywords: Bugnet exercises, William flexion, Lower back pain Latar Belakang Masalah Nyeri pinggang bawah merupakan keluhan yang sering dijumpai di praktek sehari-hari. Diperkirakan hampir semua orang pernah mengalami nyeri pinggang bawah semasa hidupnya. Penyebab nyeri pinggang bawah sangat beraneka ragam dari yang ringan sampai yang berat dan sangat serius. Di Indonesia, nyeri pinggang bawah dijumpai pada golongan usia 40 tahun. Pada negara maju prevalensi orang terkena nyeri pinggang bawah adalah sekitar 70-80 Walaupun jarang fatal namun nyeri yang dirasakan menyebabkan penderita mengalami keterbatasan dalam aktifitas sehari-hari dan banyak kehilangan jam kerja terutama pada usia produktif, sehingga merupakan alasan terbanyak dalam mencari pengobatan. Kemampuan fungsional seseorang sangat berkaitan dengan perkembangan fisik, sosial, emosional, dan mental. Secara umum, fungsi merupakan aktivitas alamiah, yang dibutuhkan atau yang diharapkan dari seseorang. Fungsi sangat berkaitan dengan sehat, dimana secara khusus sehat menunjukkan kemampuan seseorang untuk menyelesaikan dengan baik tugas-tugas yang diharapkan dalam lingkungannya, sehingga tanpa kemampuan fungsional maka seseorang akan sulit untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Nyeri Pinggang Bawah merupakan kondisi yang sangat kompleks karena dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti trauma, kejadian non-traumatik yang tidak diketahui (degenerasi, tumor, infeksi, dll), dan gangguan pada organ viscera juga dapat menimbulkan low back pain. Nyeri Pinggang Bawah sering terjadi pada berbagai populasi seperti pekerja/karyawan kantor, ibu rumah tangga, dan pejabat. Hal ini disebabkan karena regio lumbal sering terlibat dalam aktivitas pekerjaan, olahraga, dan sikap tubuh. Otot- otot yang menstabilisasi regio lumbal sering mengalami gangguan akibat stress mekanikal yang terjadi secara berulang- ulang. Namun demikian, sumber dan penyebab yang paling banyak adalah gangguan akibat faktor mekanik (mechanical back pain), dan trauma. Nyeri Pinggang Bawah merupakan gangguan muskuloskeletal yang banyak dialami oleh populasi usia muda dan dewasa. Sekitar 50% dari seluruh populasi yang mengalami gangguan muskuloskeletal adalah nyeri pinggang bawah. Prevalensi ketidakmampuan beraktivitas akibat low back pain (LBP) meningkat sejalan dengan bertambahnya usia yaitu sekitar 60% pada wanita dan 40% pada laki-laki (Navid, 2009). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Poltekkes Kemenkes Makassar