ULTIMA InfoSys, Vol. XI, No. 1 | Juni 2020 40 ISSN 2085-4579 Kajian dan Rekomendasi Sistem Pemetaan Lahan Pertanian Halim Budi Santoso 1 , Antonius Rachmat 2 , Argo Wibowo 3 , Rosa Delima 4 1, 3 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Indonesia 1 hbudi@staff.ukdw.ac.id 3 argo@staff.ukdw.ac.id 2, 4 Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Indonesia 2 anton@ti.ukdw.ac.id 4 rosadelima@staff.ukdw.ac.id Diterima 24 Februari 2020 Disetujui 15 Juni 2020 AbstractImplementation of Information Technology in the agriculture sector is able to raise farming productivity. One of the Information Technology implementations is a mapping system for agriculture land which has not only data collection but also strategic role. This paper discusses literature review of implementation of web mapping systems, either from user perspective and functional perspective. At the end of the paper will discuss features, opportunities, and challenges to develop and implement Web Mapping System. This paper also gives some recommendations in order to support web mapping system implementation. Index TermsAgriculture Field, Agriculture Productivity, Mapping System, Precision Farming, Web Mapping System I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara agraris dengan iklim tropis yang memiliki beragam kekayaan hayati. Lahan ini dibagi menjadi lahan pertanian dan lahan perkebunan yang secara demografi terletak pada pegunungan, perbukitan, dan dataran rendah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki luas lahan pertanian sebesar 7,1 juta hektar [1]. Lahan pertanian merupakan salah satu lahan yang dilindungi oleh pemerintah. Peraturan terkait dengan perlindungan lahan pertanian diatur dalam Undang Undang No 41 tahun 2019 tentang lahan pertanian. Peraturan perundangan ini digunakan untuk mengatur dan membantu mengatasi beberapa permasalahan lahan termasuk permasalahan lahan pertanian. BPS menyebutkan bahwa terjadi penurunan jumlah lahan pertanian yang cukup signifikan dari 8.087.393 hektar pada tahun 2015, menjadi 7.75 juta pada tahun 2017, dan menjadi 7.1 juta pada tahun 2018 [1]. Penurunan jumlah lahan pertanian sebesar 4% pada tahun 2017 dan 8% pada tahun 2018 dapat menjadi indikator semakin berkurangnya lahan pertanian di Indonesia. Kondisi ini dapat mengakibatkan permasalahan lokal dan nasional terkait kecukupan persediaan pangan bagi konsumsi masyarakat. Selain adanya permasalahan terhadap alih fungsi lahan, kasus sengketa lahan pertanian juga kerap terjadi. Kasus sengketa lahan pertanian oleh petani yang terjadi di Kebumen, Jawa Tengah pada September 2019, kasus sengketa lahan pertanian di daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada September 2019, dan beberapa kasus lainnya. Kasus kasus ini tak jarang membuat petani merugi. Oleh karena itu sangat penting bagi pemerintah untuk mengetahui pemetaan lahan pertanian yang dimiliki oleh warga masyarakat. Pemetaan lahan pertanian berfungsi untuk memberikan informasi berbentuk spatial terkait kondisi, luas, dan kepemilikan lahan pertanian. Informasi hasil pemetaan lahan dapat digunakan oleh petani, kelompok tani, dan pemerintah untuk mengetahui kebutuhan bahan baku untuk produksi pertanian, tingkat produksi, dan analisis resiko bisnis pertanian yang sedang dilakukan oleh petani. Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemetaan lahan pertanian. Web Mapping System (WMS) merupakan salah satu sistem perangkat lunak berbasis web untuk membantu dalam memetakan suatu lahan atau area. Untuk pengembangan dan penerapan WMS untuk lahan pertanian dibutuhkan kajian terkait model pengembangan, kebutuhan sistem, teknologi yang dimanfaatkan, dan rekomendasi terkait dengan isu strategis, fungsional dan pengguna. Penerapan WMS sebagai salah satu area implementasi dari Teknologi Informasi sangat diperlukan. Dengan adanya kajian dari penerapan WMS diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai model pengembangan dan penerapan WMS untuk lahan pertanian, khususnya di Indonesia. Kajian ini juga dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk melakukan analisis tantangan, peluang, dan