1 ARCHIVES Home > Volume 34 No. 1 Maret Tahun 2016 > STUDI KOMPARATIF PENYERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK GRANUL DAN SABUN SUSU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Endang Dwi Purbajanti, Adriani Darmawati, Eny Fuskhah 1 Universitas Diponegoro, Jalan Prof Sudharto SH, Tembalang, Semarang 2 corresponding author ; purbajanti@gmail.com Abstract Kelompok Ternak Sapi Perah Kecamatan Getasan merupakan salah satu pemasok susu sapi di Semarang, Salatiga dan sekitarnya. Banyak kendala yang ditemui dalam pemeliharaan Sapi Perah, yaitu dorongan untuk meningkatkan kemampuan produksi susu, pengolahan susu dan pengolahan limbah ternak. Permasalahan yang dialami oleh KTT Sari Puspita dan Sari Subur adalah 1.) masalah sistem dan teknis untuk peningkatan produksi.(2.) masalah tidak mengerti pengolahan susu,(3.) masalah kurang pengetahuan tentang pengolahan limbah ternak. Penerapan teknologi berupa Pendidikan dan Penyuluhan serta Pelatihan, praktek (percontohan), pendampingan dan pemantauan dilakukan selama 10 bulan (Maret-Desember 2014) meliputi (1), Peningkatan pengetahuan dan praktek tentang pengolahan susu sapi menjadi produk alternatif lain yaitu sabun susu, (2) Peningkatan pengetahuan dan demplot tentang pengolahan limbah/kotoran ternak menjadi pupuk organik granul dan pupuk cair organik. Hasil dari penerapan teknologi kepada masyarakat ini adalah bahwa kelompok tani ternak mitra sudah mampu (1) mengolah susu menjadi produk alternative, (2) mampu mengolah limbah menjadi pupuk granul dan pupuk organik cair, dan (3) pendapatan kelompok ternak meningkat sebesar 42.3 %. Kata kunci : peternak sapi perah, sabun susu, pupuk organik granul, pupuk cair PENDAHULUAN Kesuksesan pembangunan pertanian di negara-negara berkembang membutuhkan petani yang berubah secara bertahap dari subsisten ke pertanian komersial. Petani dalam keadaan ini menghadapi perubahan besar dalam gaya hidup mereka dan harus belajar banyak keterampilan baru. (Foster, 1988). Pembangunan pertanian umumnya dianggap sebagai alat untuk pembangunan pedesaan. Karena efek positif dari pertanian, banyak masyarakat pedesaan telah melihat pertanian sebagai menjanjikan kesempatan untuk mengurangi masalah keterbelakangan dan sebagai sarana modernisasi ekonomi mereka (Aref dan Aref, 2013). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Diponegoro University Institutional Repository