SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 19 PENGARUH METODE SHOW AND TELL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK XAVERIUS 3 BANDAR LAMPUNG Sulistianah 1 ; Ahmad Tohir 2 STKIP Al Islam Tunas Bangsa 1,2 Posel: sulistianah@stkipalitb.ac.id 1 Abstract The research goal was to know the influence of Show and tell method implementation toward speaking skill on 5-6 th aged in Xaverius 3 Kindergarten Bandar Lampung. The research was quasi experiment with used design one group pretest-posttest design. The researcher used saturation sampling for 30 students. The collecting data technique used pretest and posttest. The data were analyzed by t-test. Based on t-test calculation, Ha was accepted. T-score pretest and posttest result showed thit = 13.4 and ttabel= 1.69 (thit> ttabel ). Based on the result, there was influence of show and tell toward speaking skill on 5-6 th in Xaverius 3 Kindergarten Bandar Lampung. Keywords: Show and tell Method, Speaking Skill. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode show and tell terhadap keterampilan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di TK Xaverius 3 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain penelitian menggunakan One Group Pre Test- Post Test Design. Populasi penelitian ini berjumlah 30 anak. Penentuan sampel dilakukan menggunakan sampling jenuh, sebanyak 30 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan pretes dan postes dan di analisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil hitungan menggunakan uji-t, Ha diterima. Hasil uji-t menunjukkan thit = 13.4 dan ttabel 1.69 (thit> ttabel ). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode show and tell terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK Xaverius 3 Bandar Lampung. Kata Kunci: Metode show and tell, Keterampilan Berbicara. PENDAHULUAN Masa usia dini adalah masa dimana sosok individu mengalami pertumbuhan yang cepat dari segi fisik dan mempunyai tempo irama perkembangan yang khas. Pada masa ini, individu memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Sujiono (Lestari, Yasbiati, & Mustika, 2017) bahwa anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus dikembangkan. Masa usia dini dikatakan masa yang fundamental untuk kehidupan selanjutnnya. Karena pada masa ini anak selalu aktif, dinamis, rasa ingin tahu yang tinggi, selalu ingin mencoba, kaya dengan imajinasi dan masa yang paling potensial untuk belajar (Permatasari, Parmiti, & Antara, 2018). Anak adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan potensinya. Masa kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan seluruh aspek kemampuan yang dimiliki anak mulai dari fisik-motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Dalam perkembangan anak aspek bahasa memiliki peranan yang penting untuk anak dalam berkomunikasi dengan orang lain, tanpa adanya bahasa anak tidak dapat menyampaikan gagasan-gagasan dan informasi yang ingin disampaikan pada orang lain secara lisan dan tertulis. Salah satu kemampuan dalam aspek bahasa adalah berbicara, dengan memiliki kemampuan berbicara anak dapat memenuhi kebutuhan penting lainnya,