Communnity Development Journal Vol.3, No.2 Juni 2022, Hal.1162-1167 P-ISSN 2721-4990 | E-ISSN 2721-5008 1162 PEMANFAATAN LIMBAH URINE SAPI, SAMPAH ORGANIK DAN GULMA SEBAGAI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA NABATI DI KELOMPOK TANI TERNAK SAPAKEK BASAMO Muharama Yora 1* , Friza Elinda 1 , Renfiyeni 1 , Aulia Meyuliana 1 , Chrisnawati 1 , Dewi Jayagma Ilham 1 1) Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mahaputra Muhammad Yamin e-mail: muharamayora27@gmail.com Abstrak Kelompok tani ternak Sapakek Basamo merupakan kelompok tani ternak yang bergerak di peternakan dan budidaya tanaman pembibitan, dan sayuran. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra selama ini adalah budidaya tanaman masih menggunakan pupuk anorganik dan masih minim dalam penggunaan bahan organik untuk budidaya tanaman. Selanjutnya, urine sapi, sampah organik dan gulma yang tumbuh liar tidak termanfaatkan untuk diolah menjadi sumber energi alternatif pupuk organik. Solusi yang akan diterapkan untuk mengatasi masalah mitra ini adalah melakukan aplikasi pupuk organik cair dari gulma babadotan dan paitan diolah dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair dan kompos. Tingginya ketersediaan urine sapi, sampah organik serta gulma babadotan dan paitan ini, maka kami dari tim pengabdian melakukan penerapan pupuk organik cair dari ketiga bahan utama ini sehingga dapat menurunkan pengunaan pupuk anorganik dalam meningkatkan kecukupan hara dan bahan organik pada tanaman sesuai dengan kebutuhan mitra. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, kami menggunakan metode penyuluhan tentang pemanfaatan urine sapi, sampah organik dan gulma dan praktek pembuatan pupuk organik cair yang bersumber dari gulma babadotan langsung ke lokasi mitra. Kelompok tani akan dilatih dalam pembuatan pupuk organik cair dari gulma babadotan sebagai alternatif pupuk untuk peningkatan pertumbuhan tanaman pada tanaman pekarangan. Kata kunci: Urine Sapi, Sampah Organik, Pupuk Organik Cair, Babadotan, Paitan Abstract The Sapakek Basamo cattle farmer group was a livestock farmer group engaged in animal husbandry and cultivation of seed crops and vegetables. The problem faced by partner groups so far was that plant cultivation still uses inorganic fertilizers and there is still minimal use of organic materials for plant cultivation. Furthermore, cow urine, organic waste and weeds that grow wild are not utilized to be processed into alternative energy sources for organic fertilizers. The solution that will be applied to overcome this partner's problem is to apply liquid organic fertilizer from babadotan and paitan weeds to be processed and used as liquid organic fertilizer and compost. With the high availability of cow urine, organic waste and babadotan and paitan weeds, we from the service team apply liquid organic fertilizer from these three main ingredients so that we can reduce the use of inorganic fertilizers in increasing the adequacy of nutrients and organic matter in plants according to the needs of partners. In the implementation of this service, we used counseling methods on the use of cow urine, organic waste and weeds and the practice of making liquid organic fertilizer sourced from babadotan weeds directly to partner locations. Farmer groups will be trained in the manufacture of liquid organic fertilizer from babadotan weeds as an alternative fertilizer to increase plant growth in garden plants. Keywords: Cow Urine, Organic Waste, Liquid Organic Fertilizer, Babadotan, Paitan PENDAHULUAN Pembangunan sistem pertanian berkelanjutan dapat dilakukan melalui upaya pemanfaatan sumber daya alam yang selaras dengan kearifan lokal suatu daerah, sehingga mampu menurunkan prevelensi penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam jangka panjang, memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan terutama dari kualitas tanah. Suyamto (2017) menerangkan bahwa pemberian dosis pupuk kimia secara berlebihan berdampak terhadap degradasi struktur tanah, penipisan unsur hara mikro dan makro, serta terganggunya kehidupan mikroba dalam tanah.