Prosiding Sendika: Vol 5, No 1, 2019 317 LITERASI DIGITAL MATEMATIKA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sari Muliawanti 1) , Anggun Badu Kusuma 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto email: sarimuliawanti2@gmail.com 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto email: anggun.badu@gmail.com Abstrak Revolusi Industri 4.0 merupakan hal yang sering dibicarakan beberapa waktu terakhir ini. Perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 mengubah budaya literasi individu menjadi literasi digital. Literasi digital merupakan keterampilan kunci pada pendidikan saat ini, sehingga penting untuk diterapkan pada setiap pembelajaran, salah satunya matematika. Literasi digital matematika membantu siswa untuk memahami matematika dan membangun pola pikir kritis matematis dalam mencari informasi yang berkualitas dan relevan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penerapan literasi digital matematika di era Revolusi Industri 4.0 dengan menggunakan metode kajian pustaka. Hasil artikel ini menunjukkan pentingnya penerapan literasi digital, serta kelebihan dan kekurangan penerapan literasi digital pada pembelajaran matematika. Kata kunci: literasi digital, Revolusi Industri 4.0 1. PENDAHULUAN Revolusi Industri 4.0 merupakan hal yang sering dibicarakan beberapa waktu terakhir ini. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan jaringan internet di mana-mana, kecerdasan buatan, dan studi mesin (Klaus Schwab, 2016). Pemanfaatan jaringan internet pada setiap aktivitas kehidupan dikenal dengan Internet of Things (IoT). Contoh penerapan jaringan IoT saat ini, antara lain transpotasi online, e-commerce, e-learning (Oris & Adi, 2017). Internet of Things (IoT) merupakan sebuah jaringan yang terdiri dari kumpulan beberapa jaringan (Dave Evans, 2011). Jika jaringan IoT bersatu dengan teknologi mobilitas pengguna dan analisis data, maka IoT memberikan paradigma pendidikan yang baru (ALE, 2018). Paradigma baru yang dimaksud adalah pendidikan yang didukung oleh pemanfaatan jaringan internet. Salah satu pemanfaatan jaringan internet dalam pendidikan adalah berliterasi. Pada awalnya, literasi diartikan sebagai kemampuan dalam membaca dan menulis. Di era Revolusi Industri 4.0, literasi merupakan keterampilan membaca, memahami, dan menanggapi kritis berbagai bentuk komunikasi seperti bahasa, teks, siaran, dan media digital (DES, 2011). Cara individu berliterasi berubah seiring berkembangnya teknologi. Literasi tersebut dapat dikenal dengan literasi digital. Literasi digital didefinisikan sebagai keterampilan dan pengetahuan teknologi bagi individu agar mengembangkan aktivitas belajar jangka panjang dan berkonstribusi baik kepada masyarakat (Cam & Kiyici, 2017). Literasi digital merupakan keterampilan kunci pada pendidikan saat ini. Literasi digital mencakup berbagai macam literasi, seperti literasi informasi, literasi komputer, literasi media, literasi komunikasi, literasi visual, dan literasi teknologi (Covello, 2010). Literasi digital membantu generasi muda dalam memperoleh manfaat dari sumber informasi yang terhubung dengan teknologi digital dan menyiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan teknologi masa kini (Futurelab, 2010). Tidak hanya membangun keterampilan akses ilmu pengetahuan, literasi digital juga membangun kemampuan berpikir kritis terhadap penggunaan teknologi digital (UNICEF, 2017). Keberhasilan dalam membangun keterampilan literasi digital menjadi salah satu indikator pencapaian dalam pendidikan (Kemendikbud, 2017). Literasi digital penting untuk diterapkan pada pembelajaran matematika. Penerapan literasi digital pada pembelajaran matematika memberikan kesempatan berinteraksi, literasi sumber bacaan menarik, referensi materi beragam, komunikasi, dan penyelesaikan masalah (Kissane, 2009). Literasi digital dapat membantu siswa dalam memahami matematika dan menjadikan matematika