Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi | Vol 13 No 1| pISSN: 1978 –192X eISSN: 2654-9344 19 Peran Masyarakat Sekitar Desa Penyangga dalam Konservasi Taman Nasional Alas Purwo Berbasis Kearifan Lokal PERAN MASYARAKAT SEKITAR DESA PENYANGGA DALAM KONSERVASI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BERBASIS KEARIFAN LOKAL Eko Setiawan; Keppi Sukesi; Kliwon Hidayat; Yayuk Yuliati Program Studi Sosiologi Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Email: oke.setia@gmail.com Abstrak Penelitian ini menggambarkan kehidupan masyarakat sekitar kawasan desa penyangga Taman Nasional Alas Purwo, khususnya Dusun Kutorejo Desa Kalipait yang memiliki kearifan lokal berupa sejumlah tradisi, berupa aturan atau pantangan yang masih berlaku secara turun temurun. Kearifan lokal ini memiliki nilai kecerdasan ekologis yang dipelihara dan dikembangkan dan dipelajarinya tentang hubungan aktivitas manusia dengan ekosistemnya. Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan kawasan hutan dan perairan pantai, baik berupa mitos maupun pantangan. Pusat perhatian dari kajian ekologi menurut Julian Steward adalah proses adaptasi kultural terhadap lingkungan. Proses ini dipandang sebagai suatu bentuk hubungan dialektika dalam konteks hubungan saling ketergantungan dengan yang lain. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Alas Purwo memiliki kearifan lokal berupa sejumlah tradisi, aturan atau pantangan yang masih berlaku secara turun temurun yang kemudian dipelihara dan ditaati sampai sekarang. Pantangan tersebut berupa larangan membunuh burung merak serta pantangan dalam sistem payang. Kata Kunci: Konservasi, Taman Nasional Alas Purwo, Kearifan Lokal. Abstract This research describes the life of the community around the buffer village area of Alas Purwo National Park, especially Kutorejo Village Kalipait hamlet which has local wisdom in the form of a number of traditions, in the form of rules or restrictions that are still valid for generations. This local wisdom has the value of ecological intelligence that is maintained and developed and studied about the relationship of human activities with their ecosystems. Local wisdom owned by the community is used as a reference in the management of forest areas and coastal waters, both in the form of myths and abstinence. The center of attention from ecological studies according to Julian Steward is the process of cultural adaptation to the environment. This process is seen as a form of dialectical relationship in the context of interdependent relationships with others. The type of research used is descriptive qualitative with case study design. The results showed that the community around Alas Purwo National Park area has local wisdom in the form of a number of traditions, rules or restrictions that are still valid for generations that are then maintained and obeyed until now. The restrictions are in the form of a ban on killing peacocks and abstinence in the payang system. Keywords: Conservation, Alas Purwo National Park, Local Wisdom.