Taufan Hidayat et al. (2021) J. Floratek 16(2):1-9 1 EFEK INTENSITAS CAHAYA RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI LOKAL ACEH The Effect Of Low Light Intensity on The Growth and Yield of Aceh Soybean Varieties Taufan Hidayat 1* , Muhammad Sayuthi 2 , Marai Rahmawati 1 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 2 Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh Indonesia *Corresponding author: taufanhidayat@unsyiah.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa varietas kedelai lokal Aceh dan unggul nasional terhadap tingkat intensitas cahaya yang berbeda. Varietas kedelai yang digunakan terdiri dari dua varietas kedelai lokal Aceh (Varietas Bener Meriah dan Kipas Merah) dan dua varietas nasional (Varietas Anjasmoro dan Dering). Persentase intensitas cahaya yang diuji meliputi intensitas cahaya 40%, 60%, 80% dan 100%. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati diantaranya tinggi tanaman, berat biji 100 butir dan hasil, serta pengamatan iklim mikro meliputi suhu dan kelembaban udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan kedelai terbaik diperoleh pada tingkat intensitas cahaya 40%. Sedangkan untuk perlakuan varietas, secara nyata memperlihatkan tingkat pertumbuhan varietas kedelai Bener Meriah, Dering dan Anjasmoro lebih baik dibandingkan dengan varietas Kipas Merah. Pada parameter produksi, varietas Bener Meriah dan Dering menunjukkan tingkat produktifitas yang lebih baik dibandingkan varietas kedelai Kipas Merah dan Ajasmoro. Kata kunci : Intensitas cahaya rendah, varietas, kedelai lokal Aceh ABSTRACT This study aims to determine the effect of Aceh soybean and national varieties to different levels of light intensity. The soybean varieties were used two Aceh soybean varieties (Bener Meriah and Kipas Merah varieties) and two national varieties (Anjasmoro and Dering varieties). The percentage of light intensity tested includes a light intensity of 40%, 60%, 80% and 100%. The study was conducted using a split plot design with three replications. The parameters were including plant height, seed weight of 100 grains and results, as well as the microclimate observations included temperature and humidity. The results showed that the best soybean growth rate obtained on the level of light intensity of 40%. As for the treatment of soybean varieties, in fact showed a growth rate of Bener Meriah varieties, Dering and Anjasmoro better than Kipas Merah. On production parameters, varieties of Bener Meriah and Dering showed better productivity levels than Kipas Merah and Anjasmoro. Key words : low light intensity,varieties, Aceh soybeans PENDAHULUAN Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan utama yang mempunyai banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Menurut Marwoto et al. (2005), produksi kedelai telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat tepung, olahan pangan, pati, serta 1520% untuk pakan. Tanaman ini umumnya dibudidayakan di lahan sawah, terutama sawah irigasi semi teknis dan tadah hujan,