Arlina Pratiwi Purba JURNAL AKUNTANSI BARELANG Vol.6 No. 2 Tahun 2022 Hal. 1 ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT BNI (PERSERO) TBK Arlina Pratiwi Purba Politeknik Negeri Medan email: arlinapurba@polmed.ac.id ABSTRACT The purpose of this study was to determine the company's financial performance using the Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) methods. The type of research used is descriptive using a quantitative approach. The object of research is PT BNI (Persero), Tbk for the 2016- 2021 period. The data used is secondary data in the form of a Statement of Financial Position and Income Statement obtained from the official website of PT BNI (Persero) Tbk. Data analysis technique using EVA and MVA methods. The results of the research conducted show that in 2016, 2017, 2018, 2019 and 2021 always produce positive EVA and MVA values, this shows that PT BNI (Persero) Tbk is able to generate economic and market added value for shareholders and have good financial performance. But in 2020 PT BNI (Persero) Tbk only produced a positive MVA value while EVA was negative, this indicates that the company does not always generate economic added value for the company. Keywords: Financial Performance, EVA,MVA PENDAHULUAN Tujuan utama didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang maksimal, namun berhasil tidaknya perusahaan dalam memperoleh keuntungan serta mempertahankan perusahaan tergantung pada manajemen keuangan yang dimilikinya. Perusahaan harus memiliki kinerja keuangan yang sehat dan efisien untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Kinerja keuangan merupakan prestasi kerja yang sudah dicapai oleh perusahaan dalam satu periode dan tertuang pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diukur dengan berbagai cara baik dengan rasio keuangan ataupun dengan mendasarkan kinerja pada nilai (VBM). Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) merupakan metode baru untuk mengukur kinerja operasional suatu perusahaan berdasarkan nilai yangmemperhatikan kepentingan dan harapan penyedia dana (kreditor dan pemegang saham) yang mendasarkan kinerja pada nilai. EVA dan MVA diperkenalkan oleh Stern Stewart & Co (1993), sebuah perusahaan keuangan di Amerika. Salah satu pengukuran kinerja keuangan yang dilihat dari laporan keuangan perusahaan adalah melakukan penilaian kinerja keuangan dengan analisis Economic Value Added (EVA), saat ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi operasi sebuah perusahaan dalam menggunakan modal untuk menciptakan nilai tambah atau profitabilitas. Melalui konsep EVA, pihak manajemen dapat mengetahui biaya modal yang sebenarnya dari lingkup bisnisnya, sehingga tingkat pengembalian modal dapat terlihat jelas. Konsep EVA menghitung biaya modal (cost of capital) berdasarkan nilai pasar dan bukan berdasarkan nilai historisnya seperti pada penilaian kinerja dengan menggunakan analisis laporan keuangan. EVA bertujuan untuk menilai apakah laba yang dihasilkan perusahaan dapat bernilai tambah secara ekonomis atau hanya untuk pembiayaan perusahaan Menurut Fahmi yang mengatakan bahwa kunci sukses perusahaan terletak pada nilai ekonomisnya, apabila EVA perusahaan positif maka usaha perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya sangat baik begitu juga sebaliknya apabila EVA perusahaan negatif berarti perusahaan mengalami penurunan kinerja. e-ISSN 2580-5118 p-ISSN 2548-1827