Luthfi Maulana 67 QOF, Volume 3 Nomor 1 Januari 2019 sEMIOtIKa MIcHaEL rIffatErrE (analisis Pembacaan Heuristik-Hermeneutik atas Q.s. a<li-Imran (3): 14) Luthfi Maulana Medras Institute Jakarta Luthfy.maulana@gmail.com Abstract Heuristic and hermeneutic is the theoretical framework of Michael Rifatere’s analysis which is used to criticize and explore the meaning of literature. In its relationship with Q.S analysis. al-Quran, it is intended to examine the meaning of the text itself, from before only interpreted at the heuristic stage and then developed analyzed using hermeneutic meaning. In the process of development, the meaning of the Koran text, especially Q.S. A<li-Imran (3): 14 will give birth to various dynamics of the meaning behind the verse until how the meaning of the verse speaks with koledor maqasid ayat. This research was felt important because in previous studies it was still rarely found which discussed the heuristic and hermeneutic analysis of Michael Riffatre to analyze the verses of the Koran, especially QS. ali-Imron: 14. Because in general previous writings only focused on the analysis of literary works such as poetry (Faruk, 1996), love poems (Mirantin, 2018) and other literary works such as poetry (Arfan, 2013), (Muchti , tt), (Syafeti, tt) and extracting meaning in various other literary works including mantra (Uniawati, 2017) Keywords: Semiotics Riffater, heuristic, hermenutic, Q.S. A<li-Imran (3): 14 abstrak Heuristik dan hermeneutik merupakan kerangka teori analisis Michael Riffatere yang digunakan untuk mengkritik dan menggali makna karya sastra. Jika diterapkan untuk mengkaji makna ayat- ayat al-Qur’an, maka teori ini mengarahkan pembacaan dari yang sebelumnya hanya dimaknai pada tahap heuristik kemudian berkembang dianalisisa menggunakan pemaknaan hermeneutik. Pada proses perkembangan itulah, maka makna teks al-Quran terutama Q.S. Ali-Imron (3): 14 akan melahirkan beragam dinamika makna dibalik ayat hingga bagaimana makna ayat itu berbicara dengan koledor maqashid ayat. Penelitian ini dirasa penting karena pada beberapa penelitian sebelumnya masih jarang yang mengkaji ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan analisis heuristik dan hermeneutika Michael Riffatre, terlebih untuk menganalisis Q.S. Ali-Imron: 14. Karena tulisan sebelumnya hanya berkutat pada analisis karya-karya sastra semacam syair (Faruk, 1996), syair-syair cinta (Mirantin, 2018) dan karya sastra lainya seperti puisi (Arfan, 2013), (Muchti, t.t.), (Syafeti, tt) dan penggalian makna dalam berbagai karya sastra lainya termasuk mantra (Uniawati, 2017). Kata Kunci: Semiotika Riffater, heuristik, hermeneutik, Q.S. A<li-Imran (3): 14.