Seminar Nasional dan Pameran Produk Pendidikan Vokasi ke 1 Tahun 2016 Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi (PTM-PTB-PTIK) | FKIP-UNS 416 KAJIAN PENGEMBANGAN GREEN SCHOOL DI PENDIDIKAN KEJURUAN DI BANTEN Moh Fawaid, Sulaeman Deni Ramdani, Muhammad Nurtanto Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa s.deni.ramdani@untirta.ac.id Abstrak Pengembangan di berbagai bidang saat ini mengarah pada pengembangan yang bersifat memperhatikan kelestarian alam. Salah satu bidang yang sangat penting dalam kehidupan manusia adalah pendidikan. Pengembangan pendidikan selayaknya memperhatikan lingkungan baik dari segi fisik, aktifitas, maupun kebijakan melalui program-program strategis. Penelitian ini mengkaji pentingnya pengembangan green school di pendidikan kejuruan yang memiliki potensi pencemaran yang lebih besar dibandingkan dengan pendidikan umum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data berasal dari wawancara, angket, dan observasi lapangan yang dilakukan di SMK di Provinsi Banten. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan green school di Provinsi Banten dinyatakan cukup baik dengan tinjauan aspek kebijakan dinyatakan cukup baik, aspek kurikulum dinyatakan cukup baik, aspek sarana pendukung dinyatakan cukup baik, dan aspek partisipasi warga sekolah dinyatakan cukup baik. Pengembangan vocational green school selayaknya mengoptimalkan empat ranah tersebut sehingga dapat memacu perkembangan kualitas dan kuantitas implementasi green school di pendidikan kejuruan. Kata Kunci: Pendidikan Kejuruan, Green Vocational School, Banten 1. PENDAHULUAN Manusia tidak bisa lepas dari interaksi dengan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang rapih, bersih, aman, dan nyaman merupakan suatu kondisi yang diharapkan oleh setiap manusia. Pendidikan sebagai salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter peserta didik untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan solusi strategis untuk mempercepat pembentukan karakter tersebut. Pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan memiliki kontribusi penting mendidik dan mengarahkan peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satu jenjang pendidikan menengah yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didiknya untuk dapat bekerja adalah pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan atau sering disebut sekolah menengah kejuruan (SMK) memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan angkatan kerja di Indonesia. Berbagai macam bidang keahlian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan keberagaman jenis pekerjaan yang ada di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi). Bidang keahlian yang ada sekarang ini yaitu Teknologi dan Rekayasa, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kesehatan, Agribisnis dan Agroteknologi, Perikanan dan Kelautan, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Seni Rupa dan Kriya, Seni Pertunjukan, dan Seni, Kerajinan dan Pariwisata. Kesepuluh bidang keahlian memiliki turunan program studi keahlian yang mana setiap program studi keahlian tersebut memiliki turunan kompetensi keahlian. Total kompetensi keahlian yang dikembangkan saat ini yaitu 128 kompetensi keahlain. (Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan, 2013). Keberagaman jurusan sekolah menengah kejuruan yang dikembangkan merupakan tantangan bagi penyelengara pendidikan untuk mencetak peserta didik yang berkualitas dan kompeten. Clarke & Winch (2007: 9) menyatakan bahwa, “Vocational education is confined to preparing young people and adults for working life, a process often regarded as of a rather technical and practical nature”. Proses pembelajaran yang dilaksanakan bersifat teknik dan praktis yang bertujuan menyiapkan manusia muda dan dewasa untuk siap memasuki lapangan pekerjaan. Lulusan pendidikan kejuruan yang dipersiapkan untuk bekerja di DuDi selayaknya memiliki karakteristik peduli dan memperhatikan kondisi dan kualitas lingkungan. Kompetensi tersebut harus dipersiapkan oleh penyelenggara pendidikan sehingga terbentuk karakter yang baik. Tilak (2002: 673) menyatakan bahwa, “Vocational education has an advantage, imbibing spesific job-relevant skills, that can make the