BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No 1, January 2021, pp. 243-249 DOI: 10.31949/jb.v2i1.717 e-ISSN: 2721-9135 p-ISSN:2716-442X 243 PELATIHAN BUDIKDAMBER SEBAGAI UPAYA MENJAGA KETAHANAN PANGAN KELUARGA PADA WARGA KELURAHAN BANYUASRI, BULELENG P Shantiawan Prabawa, Made Suarsana, I Putu Parmila Program Studi Agroteknologi, Universitas Panji Sakti putushantiawan@gmail.com Abstract In early of 2020 the global word was shoked by Covid-19 pandemic that caused by the new corona virus named SARS-CoV-2 virus. One of the countermeasures to suppress the spread of Covid 19 is to carry out Large-Scale Social Restrictions, abbreviated as PSBB. During the PSBB period, there was a decline in community performance and economic decline which resulted in a national economic downturn. It is also happen in Buleleng district, where the tourism sector is the main source of society income. Therefore, it takes effort to meet the food needs of the family, the solution is by cultuvating catfish and vegetables in a bucket called Budikdamber. The method used in this Community Service Program are combination of direct counseling, coaching and mentoring so that participants can understand the material well. The result of this community service activity is that it can provide additional knowledge to the residents of RT 17, Banyuasri village regarding strategies for maintaining food security during the Covid 19 pandemic. At the end of the activity the community service team also provided Budikdamber tools and materials so that residents could practice independently in their homes. Keywords: covid 19, food security, catfish, vegetable, budikdamber Abstrak Awal tahun 2020 dunia global dihebohkan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 19) yang disebabkan oleh virus corona baru yang diberi nama virus SARS-CoV-2. Salah satunya cara penanggulangan untuk menekan persebaran Covid 19 adalah dengan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar disingkat PSBB. Selama masa PSBB terjadi kemunduran kinerja masyarakat dan kemunduran ekonomi yang berdampak pada jatuhnya perekonomian secara nasional. Tidak terkecuali di kabupaten Buleleng, dimana sektor pariwisata adalah sumber pendapatan utamanya. Imbasnya anggaran kebutuhan pokok keluarga dibatasi. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga, salah satunya yaitu dengan melakukan budidaya ikan lele dan sayur dalam ember yang disebut dengan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember). Metode yang digunakan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah berupa kombinasi penyuluhan, pembinaan dan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bisa memberikan pengetahuan tambahan kepada warga RT 17 kelurahan Banyuasri mengenai strategi dalam menjaga ketahanan pangan dalam masa pandemi Covid 19. Pada akhir kegiatan tim pengabdian masyarakat juga memberikan bantuan alat dan bahan Budikdamber agar warga bisa melakukan praktik secara mandiri di rumah masing-masing. Kata Kunci: covid 19, ketahanan pangan, ikan lele, sayur, budikdamber Submitted: 2020-12-19 Revised: 2020-12-28 Accepted: 2020-12-31 Pendahuluan Awal tahun 2020 dunia global dihebohkan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 19) yang diberi nama virus SARS-CoV-2 pada kasus pertama diidentifikasi di kota Wuhan, China. Penyebaran Covid-19 sangat menyebar ke penjuru dunia termasuk di Indonesia. Pemerintah Indonesia pertama kali mendapatkan berita tentang terjadinya virus Covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020, hingga akhirnya menyebar keseluruh Indonesia (Tim Detikcom, 2020). Data tentang Corono di Indonesia per bulan Mei 2020 telah mendapatkan kasus sebesar 16.006 kasus dengan angka penyembuhan sebanyak 3.518 dan angka kematian akibat Covid-19 mencapai 1.043 jiwa (Idhom, 2020). Penularan Covid-19 yang sangat cepat dan belum adanya obat ataupun vaksin untuk mencegahnya, menuntut pemerintah untuk mengambil langkah khusus secara cepat. Adapun cara pemerintah dalam menangani kasus tersebut adalah dengan cara Pembatasan Sosial Berskala Besar disingkat PSBB.