STRATEGI MANAGEMENT STRESS ORANGTUA SELAMA MENDAMPINGI ANAK DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH Noneng Siti Rosidah Universitass Ibn Khaldun Bogor, Jawa Barat, Indonesia Email: noneng.strosidah@uika-bogor.ac.id Abstrak Strategi management stress pada orang tua merupakan suatu cara atau tindakan yang dilakukan orangtua sebagai upaya menghindari ataupun mengurangi kemungkinan terjadinya gejala-gejala stress, sehingga kemampuan mengelola stress dapat dioptimalkan dengan terlebih dahulu mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Gejala-gejala yang timbul akibat stress salah satunya dapat mempengaruhi pola pikir individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang dapat mempengaruhi timbulnya gejala stress pada orang tua khususnya pada saat memberikan pendampingan kepada anak selama pembelajaran jarak jauh. Sekaligus untuk mengetahui dan memahami strategi dalam manajemen stress. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, karena hendak memaknai suatu fenomena dan menarik simpulan berdasarkan hasil analisa lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum mengimplementasikan manajemen stress, maka terlebih dahulu mengenali jenis stress yang dialami orang tua kemudian melakukan identifikasi stressor (factor penyebab stress orang tua). Selanjutnya implementasi strategi manajemen stress orangtua selama mendampingi anak dalam pembelajaran jarak jauh, dapat dilakukan dengan 1)Strategi fisik, 2)Strategi psikologis, 3)Strategi kognitif, 4)Strategi manajemen waktu, dan 5)Strategi spiritual (keyakinan). Sehingga individu dapat merubah keadaan distress (stress yang tidak baik) menjadi eustress (stress yang baik). Kata Kunci : Strategi Management Stress, Pendampingan Orangtua dalam belajar, Pembelajaran Jarak Jauh/Daring PENDAHULUAN Indonesia termasuk salah satu negara yang memberikan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah. Kebijakan ini merupakan langkah tanggap darurat yang diambil oleh pemerintah sebagai dampak dari mewabahnya virus covid-19 yang kian hari semakin meningkat. Berdasarkan informasi dari WHO, bahwa corona virus merupakan salah satu kelompok virus yang berbahaya dan menyerang pada saluran pernafasan manusia mulai ditandai dengan batuk, pilek, demam dan masih banyak gejala-gejala lain yang disebabkan oleh infeksi corona virus. Sebagaimana informasi yang beredar dimedia massa, bahwa corona virus pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Tiongkok China pada bulan Desember 2019, hingga saat ini corona virus semakin mewabah pada beberapa Negara di berbagai belahan dunia. Sebagai langkah dalam menyikapi kondisi kecemasan masyarakat dalam menghadapi pandemic covid-19, maka berdasarkan surat edaran Mendikbud No 36962/MPK.A/HK/2020,