© 2022 Fakultas Kedokteran Hewan IPB http://www.journal.ipb.ac.id/indeks.php/actavetindones
ACTA VETERINARIA INDONESIANA Vol. 10, No. 1: 71-79, March 2022
P-ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373
Penelitian
Data Prevalensi, Pemetaan Spasial, Analisis Morfologi, dan
Morfometrik Trypanosoma lewisi Pada Tikus Liar Di Malang
(Prevalence, Spatial Mapping, Morphological, and Morphometric
Analysis of Trypanosoma lewisi in Wild Rats in Malang)
Reza Yesica
1*
, Yustia Nur Holizah
2
, Herlina Pratiwi
3
, Andreas Bandang Hardian
4
,
Shelly Kusumarini R.
1
, Ida Bagus Gde Rama Wisesa
1
1
Laboratorium Parasitologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya,
2
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya,
3
Laboratorium Anatomi, Histologi dan Embriologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya,
4
Laboratorium Patologi Anatomi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya
Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Kec. Dau, Kab. Malang 65151
*Penulis untuk korespondensi: rezayesica@ub.ac.id
Diterima 28 Agustus 2021, Disetujui 22 Januari 2022
ABSTRAK
Trypanosomiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa darah ekstraseluler berflagela yaitu
Trypanosoma sp. Trypanosoma lewisi adalah parasit darah pada tikus, yang ditularkan oleh pinjal Xenopsylla cheopis.
Walaupun parasit ini bersifat non patogen, tetapi keberadaannya dapat mengancam kesehatan manusia. Kasus infeksi
T. lewisi pada manusia telah dilaporkan di Thailand dan India, yang mengindikasikan bahwa penyakit ini dapat
menginfeksi manusia dalam beberapa keadaan yang belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi T.
lewisi berdasarkan morfologi dan morfometrik serta dilakukan perhitungan prevalensi dan pemetaan spasial kasus
infeksi T. lewisi pada tikus liar di Malang. Sebanyak 74 ekor tikus dikumpulkan dari berbagai wilayah di Malang dengan
menggunakan perangkap hidup tunggal. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infeksi T. lewisi pada tikus liar di
Malang dari bulan Agustus sampai Oktober 2020 sebesar 17,5%. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji Fisher,
diperoleh hasil tidak ada hubungan atau korelasi yang signifikan antara infeksi T. lewisi dengan jenis kelamin dan umur
tikus. Morfologi T. lewisi memiliki posterior tipis dengan kinetoplas oval di sub-terminal, dan nukleus di anterior. Secara
morfometrik, T. lewisi memiliki panjang rata-rata 33,19 μm, lebar 3,52 μm, panjang inti 7,82 μm, lebar inti 3,05 μm,
panjang kinetoplas 5,25 μm, serta jarak inti ke kinetoplas 10,79 μm. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa
Trypanosoma lewisi menginfeksi tikus liar dan hasil gambaran geografis didapatkan bahwa terdapat risiko penyebaran
penyakit trypanosomiasis di wilayah Malang.
Kata kunci: morfologi, morfometrik, prevalensi tikus liar, T. lewisi
ABSTRACT
Trypanosomiasis is a disease caused by extracellular hemoflagellate protozoa Trypanosoma sp. Trypanosoma lewisi is
a blood parasite in rodents transmitted by the Xenopsylla cheopis. Although this parasite is non-pathogenic, its presence
can threaten human health. Human cases of T. lewisi infection were reported in Thailand and India, indicating that the
disease can infect humans under some unknown circumstances. This study aims to identify T. lewisi based on
morphology and morphometry and calculate the prevalence and spatial mapping of cases of T. lewisi infection in wild
rats in Malang. A total of 74 rats were collected from various areas in Malang using a single live trap. The results showed
that T. lewisi infection rate in wild rats in Malang from August to October 2020 was 17,5%. Analysis of the data using the
chi-square test and Fisher's exact test showed no significant relationship or correlation between infection and the sex
and age of the rats. Morphologically, T. lewisi has a thin posterior with an oval kinetoplast at the sub-terminal and a
nucleus in the anterior. T. lewisi morphometry has an average length of 33.19 μm, width 3.52 μm, nucleus length 7.82
μm, nucleus width 3.05 μm, kinetoplast length 5.25 μm, and distance from the nucleus to kinetoplast 10.79 μm. From
the results, it can be concluded that T. lewisi can infect wild rats, and the geographical description shows a risk of
spreading trypanosomiasis in Malang.
Keywords: morphology, morphometric, mapping, T. lewisi, wild rats