Peran Hemaglutinin dan Hemolisin pada Escherichia coli Sorbitol-negatif .... 261 Peran Hemaglutinin dan Hemolisin pada Escherichia coli Sorbitol-negatif Isolat Burung Puyuh pada Proses Infeksi Secara in Vitro Role of Hemaglutinin and Hemolysine in Escherichia coli Sorbitol-negative isolate of Quality Birds in the Infection Process in Vitro Khusnan * , Wahyu Prihtiyantoro, Dwi Kusmanto Akademi Peternakan Brahmaputra Yogyakarta, Jl. Ki Ageng Pemanahan Nitikan Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta *Email: khusnanzaini@gmail.com Naskah diterima: 22 Oktober 2021, direvisi: 15 November 2021, disetujui: 29 November 2021 Abstract Escherichia coli sorbitol-negative in quails cause economic loss due to the death, growth rate inhibition, decreased egg production, and increased medical treatment. Escherichia coli sorbitol-negative has many virulence factors, including hemagglutinin and hemolysin. The aim of this study is to determine the role of hemagglutinin and hemolysin in the infection process of Escherichia coli sorbitol-negative in vitro. This study was performed using 23 isolates of Escherichia coli sorbitol-negative from quails, 52.2% (12 of 23 isolates) had hemagglutinin, while 34.8% (8 out of 23 isolates) had hemolysin. Isolates with hemagglutinin were more attached to human buccal epithelial cells than isolates without hemagglutinin. The t-test analysis showed no signifcant diference (P>0.05). Isolates with hemolysin were less phagocyted by macrophages compared to isolates which without hemolysin. The t-test analysis showed no signifcant diference (P>0.05). Escherichia coli sorbitol-negative isolates from quails that have hemagglutinin and hemolysin are pathogenic isolates that possess the potential to cause colibasilosis and transmission between quails and other birds. Keywords: Escherichia coli; hemagglutinin; hemolysin; Quail; Sorbitol-negative Abstrak Pada burung puyuh Escherichia coli sorbitol-negative menimbulkan kerugian ekonomi, karena menyebabkan banyak kematian, penghambat laju pertumbuhan, menurunkan produksi telur dan meningkatkan biaya pengobatan. Escherichia coli sorbitol-negative memiliki banyak faktor virulensi, diantaranya hemaglutinin dan hemolisin. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran hemaglutinin dan hemolisin pada proses infeksi Escherichia coli sorbitol-negative secara in vitro. Penelitian ini digunakan 23 isolat Escherichia coli sorbitol-negative asal burung puyuh, 52,2% (12 dari 23 isolat) memiliki hemaglutinin dan 34,8% (8 dari 23 isolat) memiliki hemolisin. Isolat-isolat yang memiliki hemaglutinin lebih banyak menempel pada sel epitel bukalis manusia dibandingkan isolat yang tidak memiliki hemaglutinin. Uji t-test didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang singifkan (P>0,05). Isolat-isolat yang memiliki hemolisin lebih sedikit difagosit oleh makrofag dibandingkan dengan isolat yang tidak memiliki hemolisin. Uji t-test didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang singifkan (P> 0,05). Escherichia coli sorbitol-negative isolat asal burung puyuh yang memiliki hemaglutinin dan hemolisin merupakan isolat patogen yang berpotensi menyebabkan kolibasilosis dan penularan antar burung puyuh maupun jenis unggas lain. Kata kunci: burung puyuh; escherichia coli; hemaglutinin; hemolisin; Sorbitol-Negatif Jurnal Sain Veteriner, Vol. 39. No. 3. Desember 2021, Hal. 261-271 DOI : 10.22146/jsv.69896 ISSN 0126-0421 (Print), ISSN 2407-3733 (Online) Tersedia online di https://jurnal.ugm.ac.id/jsv