JURNAL TEKNIK MESIN, TAHUN 24, NO. 2, OKTOBER 2016 1 PENGARUH VARIASI WAKTU PENEKANAN PENGELASAN TITIK TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR BAJA TAHAN KARAT AISI 304 DENGAN BAJA KARBON RENDAH ST 41 Oleh: Wahyu Firmansyah, Heru Suryanto, Solichin Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Email: Wahyu.firmansyah67@yahoo.com Abstrak. Pengelasan titik merupakan salah satu proses las listrik yang digunakan oleh industri produksi dan pemeliharaan. Teknik penyambungan las titik digunakan untuk hampir semua jenis logam yang diketahui di pasaran. Pada proses pengelasan dengan menggunakan material berbeda jenis antara baja karbon rendah St 41 dengan baja tahan karat AISI 304 cenderung menyebabkan terjadinya masalah karena sifat mekanis yang berbeda dari masing-masing benda yang dilas. Untuk itu penelitian ini bertujuan mencari waktu pengelasan yang paling optimal dengan arus pengelasan 1200 ampere pada sambungan baja karbon rendah St 41 dan baja tahan karat AISI 304. Penyambungan menggunakan las titik dengan variasi waktu pengelasan 0,5, 1, 1,5, dan 2 detik. Setelah itu, dilakukan pengujian tarik menggunakan standar AWS D8.9-97 dengan pengulangan setiap variasi waktu sebanyak 3 kali. Pengujian kekerasan menggunakan Hardness Rockwell Ball (HRB) dengan 6 titik daerah uji dan dilakukan pengulangan setiap variasi waktu sebanyak 3 kali. Foto struktur mikro dilakukan pada daerah lasan dan daerah HAZ dari baja karbon rendah St 41 dan juga baja tahan karat AISI 304. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan pengelasan dengan variasi waktu las hasil yang paling optimal adalah variasi waktu pengelasan 1 detik dengan kekuatan tarik sebesar 24,6 (kg/ ) dengan patahan berjenis ulet, nilai kekerasan paling baik dan lebih merata juga terjadi pada variasi waktu 1 detik dengan nilai 86,2 HRB. Kata kunci: Las Titik, Waktu Pengelasan, Sambungan Berbeda Jenis, Kekuatan Tarik, Kekerasan, Struktur Mikro Dengan semakin meningkat-nya teknologi dalam bidang industri maka dibutuhkan banyak rekayasa dalam pemanfaatan alat. Salah satu cara agar mudah direkayasa dalam pembuatan alat yaitu dengan pengelasan. Pengelasan titik sangat penting penggunaannya karena proses pengelasan titik paling banyak digunakan di bidang industri produksi dan pemeliharaan seperti industri mobil, kedirgantaraan, dan sektor nuklir, elektronik dan industri listrik (Shamsul dan Hisyam, 2007). Dalam penerapannya las titik banyak digunakan oleh perusahaan otomotif khususnya mobil untuk merakit bagian-bagian mobil yang berbeda jenis sambungan maupun yang sejenis. Ada sekitar 5000 proses pengelasan titik dilakukan dalam pembuatan sebuah mobil (Hayat, 2011). Terlihat jelas peran pengelasan dalam perusahaan otomo-tif sehingga diperlukan penelitian lebih men- dalam terkait pengelasan jenis ini terutama dalam penyam-bungan berbeda jenis. Penyambungan dua material atau lebih yang berbeda jenis bertujuan untuk meringankan bobot kendaraan sehingga dapat mengefisienkan pemakaian bahan bakar dalam suatu kendaraan (Hendrawan