ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA PENYEWAAN AMMDES PENGOLAH KOPI UNTUK AKTIFITAS PENGOLAHAN KOPI HULLER DAN PULPER Fajar Maulana 1 , Asep Yusuf 2 , Ahmad Thoriq 2 , dan Wahyu Kristian Sugandi 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran 2 Dosen Jurusan Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran Email: fajar9807@gmail.com ABSTRAK Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) pengolah kopi merupakan inovasi produk PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia. Keunggulan alat tersebut adalah dapat dioperasikan secara mobile dan dapat melakukan proses huller dan pulper dimana saja sesuai keinginan petani. Penelitian ini bertujuan mencari biaya sewa yang layak secara ekonomi pada mesin huller dan pulper AMMDes Pengolah Kopi. Metode yang digunakan adalah memperhitungkan biaya tetap dan biaya variabel. Mesin huller mempunyai jam kerja 2 jam perhari, sedangkan mesin pulper mempunyai jam kerja 6 jam perhari. Kapasitas produksi mesin huller sebesar 107,413 kg/jam, sedangkan kapasitas produksi mesin pulper sebesar 390,076 kg/jam. Hasil penelitian menunjukkan pada umur penyewaan AMMDes selama 120 bulan, diperoleh biaya jasa minimum pengolahan kopi layak secara ekonomi untuk huller sebesar Rp 500/kg dan pulper sebesar Rp 300/kg . Kata kunci-AMMDes Pengolah Kopi; huller; pulper; usaha penyewaan PENDAHULUAN Kopi merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan kopi nasional tiap tahunnya terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi kopi nasional sebesar 8,22% per tahun (Widaningsih, 2018). Kopi Indonesia selain dikonsumsi di dalam negeri juga di ekspor ke beberapa negara lain yang mencapai 467.800 ton atau 70,1% dari produksi dalam negeri dengan nilai mencapai US$ 1.187.157.000 (Widianingsih, 2018). Pertumbuhan konsumsi kopi di Indonesia dan tingginya permintaan ekspor berimplikasi pada bertambah luasnya area perkebunan kopi dengan laju rata-rata 0,42 % atau 5167,25 hektar/tahun (Widianingsih, 2018). Penyebab lain bertambahnya luasan areal perkebunan kopi yaitu harga kopi yang terus mengalami kenaikan, dukungan pemerintah berupa pemberian bantuan bibit kopi gratis kepada para petani dan pemberian sarana prasarana produksi (N. Susanti et al., 2018). Menurut Widaningsih (2018), luas areal tersebut 96% merupakan areal perkebunan rakyat dan 4% sisanya merupakan milik swasta dan pemerintah melalui PTP Nusantara. Melihat hal tersebut maka para petani perlu di dukung dengan teknologi pasca panen yang baik agar proses produksi kopi menjadi lebih cepat serta kualitasnya baik. Adapun proses pengolahan kopi terbagi menjadi dua yaitu proses pengolahan kopi basah dan kopi kering (Asni & Meilin, 2015). Kopi basah diperlakukan melalui proses pulping, sedangkan kopi kering diperlakukan melalui proses hulling. Sejauh ini mesin Pulper dan huller yang sudah ada tidak dapat melakukan proses pengolahan kopi secara mobile sehingga akan menimbulkan limbah sisa kulit kopi yang mengganggu masyarakat sekitar maka untuk mengatasi masalah tersebut dan membantu para petani kopi dibuatlah AMMDes Pengolah Kopi (Pulper dan huller) mobile yang diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia. Mesin ini mudah dibawa-bawa karena terpasang pada mobil sehingga proses pengolahan kopi dapat dilakukan dimana saja dan dapat mengurangi limbah, namun mesin tersebut belum terjamin kelayakan ekonomi saat mesin tersebut digunakan, oleh karena itu perlu dilakukan analisis ekonomi pada AMMDes pengolah Kopi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis ekonomi pada usaha penyewaan AMMDes Pengolah Kopi huller dan pulper untuk mengetahui harga sewa yang layak secara ekonomi sehingga para pengusaha penyewaan AMMDes Pengolah Kopi tidak mengalami kerugian saat menjalankan usahanya.