SNKPM 1 (2018) 136-140 SEMINAR NASIONAL KOLABORASI PENGABDIAN PADA MASYARAKAT https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snkppm Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian pada Masyarakat 2018 Proceeding SNK-PPM vol 1, 2018 | 136 ISSN 2655-6235 Desember 2018 PENGEMBANGAN TOGA SMART GARDEN SEBAGAI PENDUKUNG EKOEDUWISATA EMBUNG DI KELURAHAN PATEMON GUNUNGPATI MELALUI KKN PPM Aditya Marianti 1 , O. Paramita 2 , M. Abdullah 3 Universitas Negeri Semarang, Indonesia Abstark Kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati Semarang mengembangkan Kampung Tematik embung wisata sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satu atraksi wisata yang potensial dikembangkan untuk mendukung wisata embung adalah taman koleksi tanaman obat keluarga (TOGA). TOGA yang selama ini ada belum ditata dengan baik sehingga belum memiliki nilai estetika dan manfaat edukasi yang lebih bermakna, Untuk mempercepat terwujudnya hal tersebut Dukungan dari UNNES dalam bentuk penyertaan mahasiswa dalam KKN PPM diharapkan akan memberikan akselerasi yang signifikan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengulas pemberdaya an masyarakat khususnya anggota Pokdarwis dan karang taruna dalam pemanfaatan teknologi informasi di taman TOGA sebagai salah satu atraksi pendukung wisata embung di kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati dengan bimbingan dari mahasiswa peserta KKN PPM. Hasil kegiatan KKN PPM di Patemon antara lain telah berhasil menata taman TOGA di kelurahan Patemon sehingga menjadi salah satu atraksi wisata yang bernilai edukasi. Nilai edukasi itu menjadi semakin nyata dengan sentuhan teknologi informasi yang diaplikasikan dalam bentuk aplikasi TOMADEN (TOGA smart garden) berbasis android. Atraksi wisata ini semakinlengkap karena didukung oleh para pemandu wisata yang dapat memandu wistawan selama berkunjung di objek-objek wisata di Patemon Kata Kunci: Gunungpati, Patemon, TOMADEN, Wisata embung Pendahuluan Penataan Kawasan pemukiman beserta sarana dan prasarana pendukungnya sedang digiatkan di kota Semarang melalui program Gerbang Hebat. Salah satunya adalah melalui pembentukan kampung tematik. Kampung Tematik di kota Semarang mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2016, dengan tujuan untuk mengatasi kemiskinan terutama permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menggali potensi-potensi ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas lingkungan rumah tinggal masyarakat (Tamara & Rahdriawan 2018) Kampung tematik dapat adalah salah satu bentuk inovasi social yang berorientasi pada pembentukan gagasan, topik yang khas dan unik (Kloczko-Gajewska, 2014). Konsep kampung tematik menurut Idziak, Majewski, & Zmyślony (2015), mendorong masyarakat untuk terlibat proaktif, sehingga tidak hanya berbasis masyarakat tetapi juga penciptaan ruang kampung berciri khas yang berkelanjutan oleh masyarakat. Lahir dari gagasan kreatif komunitas maupun masyarakatnya, Sebagai salah satu kelurahan di kota Semarang , kelurahan Patemon Gunungpati berpartisipasi aktif dalam program kampung tematik. Program kampung tematik yang dipih adalah kampung wisata embung. Tema ini dipilih berdasarkan potensi wisata yang terdapat di kelurahan Patemonn seiring dengan dibangunnya embung di Kawasan tersebut. Pengembangan suatu Kawasan menjadi destinasi wisata tentunya membutuhkan dukungan dari sisi sumber daya manusianya maupun dari sisi sarana dan prasarana. Jajaran pemerintahan di kelurahan Patemon bergerak untuk mendukung program kampung tematik wisata embung dengan menginisiasi pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ngudi Tirto Mulyo. Pokdarwis ini beranggota warga kelurahan Patemon yang terdiri dari berbagai latar belakang ada yang petani, guru, PNS, pegawai swasta, wirausaha termasuk pemuda karang taruna. Dari sisi sarana dan prasarana wisata, kelurahan Patemon memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekoeduwisata, Selain pemandangan dan kegiatan memancing di embung, diperlukan atraksi-atraksi wisata yang lain. Atraksi wisata adalah segala sesuatu yang dapat dilihat atau disaksikan melalui pertunjukkan yang khusus diselenggarakan untuk wisatawan (Utari 2017). Hal ini perlu agar wistawan yang berkunjung dapat memperoleh paket berwisata yang lengkap. Salah satu atraksi wisata yang potensial dikembangkan untuk mendukung wisata embung adalah taman koleksi tanaman obat keluarga (TOGA). TOGA yang selama ini ada belum ditata dengan baik sehingga belum memiliki nilai estetika dan manfaat edukasi yang lebih bermakna, Tanaman obat yang ditanam terkesan seadanya, informasi yang ada belum memiliki nilai edukasi yang memadai karena baru berupa nama daerah dari masing-masing