JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN SIPIL Hal 247 JURNAL VORTEKS, Vol. 03 No. 02, Oktober 2022 p-ISSN :2746-9778 Website : http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks e-ISSN : 2746-976X Doi : 10.54123/vorteks.v3i2.216 ANALISIS PENGECORAN TIMAH MURNI TERHADAP LAJU KOROSI Safriadi Gultom * 1 , Andri Ramadhan 2 , Mawardi 3 1,2,3 Teknik Mesin Fakultas Teknik , Universitas Al-Azhar Medan, Jln. Pintu Air IV No.214, Kwala Bekala, Medan, Sumatera Utara- 201422 Email : *1 safriadi123@gmail.com PENDAHULUAN Pembangunan perikanan tangkap pada hakikatnya ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan sekaligus untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan serta lingkungannya [1].Kerusakan yang disebabkan oleh terjadinya korosif (karat) adalah masalah umum yang berhubungan dengan lingkungan dan menyebabkan kerusakan material, serta memperpendek umur material.[2]. Proses korosi terjadi bila logam bersentuhan langsung dengan air atau udara (oksigen). Logam yang terkorosi menjadi keropos dan lemah dalam arti kehilangan kekuatan.[3]. Merujuk penelitian [4] yang pernah dilakukan terkait korosi pada material bahwa Ketika material besi direndam pada air mineral akan terjadi korosif lambat laun dikarenakan air mineral mengandung seng, Perlindungan korosi dapat dicapai dengan mengecat bahan dengan minyak atau menempatkan material di tempat tertutup yang Artikel Info Abstrak Artikel Historis : Terima: 24 Mei 2022 Terima dan di revisi: 2 Juni 2022 Disetujui: 5 Juni 2022 Proses korosi terjadi bila logam bersentuhan langsung dengan air atau udara. Timah adalah logam ringan dengan ketahanan korosi dan konduktivitas yang sangat baik. Berdasarkan penelitian pengkorosian pada material juga dapat dilakukan dengan metode Anodizing dimana semakin lama proses anodizing semakin tinggi juga laju korosi benda Aluminium. penelitian menyatakan dalam penelitiannya bahwa bila arus di tingkatkan dari 1 sampai 3 A/dm 2 laju korosi akan menurun, namun bila di atas 3 A/dm 2 laju korosi akan meningkat. Adapun tujuan penelitian adalah melihat dampak korosi air laut terhadap timah. Dan hasilnya hasil yang diperoleh selama penelitian yaitu berat timah tidak mempengaruhi laju korosi dimana berat awal Sn1 sebesar 10,9360 gr, menjadi 103 mg, Sn2 sebesar 8,9238 gr menjadi 10 mg dan Sn3 sebesar 6,6185 gr menjadi 18 mg Kata Kunci : Korosi, aluminium, pengecoran timah This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International licens Keywords : Corrosion, aluminium, tin casting Abstract Corrosion processes occur when metals come into direct contact with water or air. Tin is a lightweight metal with excellent corrosion resistance and conductivity. Based on corroding, research on materials can also be done by the Anodizing method, where the more extended the anodizing process, the higher the corrosion rate of aluminium objects. The researcher states in his research that if the current is increased from 1 to 3 A / dm 2 the corrosion rate will decrease, but if above 3 A / dm 2 the corrosion rate will increase. The purpose of the study was to look at the impact of seawater corrosion on lead. And the results obtained during the study, namely, the weight of lead did not affect the corrosion rate where the initial weight of Sn1 was 10.9360 grams, to 103 mg, Sn2 by 8.9238 gr to 10 mg and Sn3 by 6.6185 grams to 18 mg.