Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Volume 18, Nomor 1, Februari 2020 Journal homepage: http://iptek.its.ac.id/index.php/jats 81 Penilaian Track Quality Index (TQI) berdasarkan Standar Perkeretaapian Indonesia (Studi Kasus : Cirebon-Cikampek) Dyni Indar Karunianingrum 1 , Hera Widyastuti 2,* Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Koresponden*, Email: hera.widyastuti@yahoo.co.uk Info Artikel Abstract Diajukan 6 Agustus 2019 Diperbaiki 7 Agustus 2019 Disetujui 9 Agustus 2019 Keywords: Track Quality Index (TQI), geo- metry parameters, profile, alignment, gauge, cant To overcome the movement of railroad traffic growth in Indonesia, especially in the Cirebon- Cikampek Line where the line is one of the busiest routes on Java where it can affect the geometry of the track. In fact, there are a number of geometry parameters that affect the decline in the quality of the railroad tracks, namely profile, alignment, gauge, and cant. The quality of a railroad track is defined as a numerical value representing the relative conditions of the surface geometry of the track. In this case, the track quality assessment indicator is based on the sum of the standard deviations of the four parameters so that the overall segment quality results are called the Track Quality Index (TQI). The use of TQI provides the possibility to assess indicators of railroad performance. This research was conducted to analyze the Track Quality Index based on the Indonesian Railroad Standards. In addition, an analysis using multiple linear regression was performed to find out how much these four parameters affect the TQI value. The TQI results obtained based on the Indonesian Railway Standard of 38,69% are included in the good category while the results of multiple linear regression indicate that all four parameters have a significant effect on the TQI assessment index. Abstrak Kata kunci: Indeks Kualitas Track (TQI), parameter geometri, angkatan, listringan, lebar spur, pertinggian Untuk mengatasi pergerakan pertumbuhan lalu lintas jaringan kereta api di Indonesia, khususnya di Jalur Cirebon-Cikampek dimana jalur tersebut merupakan salah satu rute tersibuk di Pulau Jawa dimana hal itu dapat mempengaruhi kondisi geometri lintasan. Faktanya, ada beberapa parameter geometri yang mempengaruhi turunnya penurunan kualitas jalan rel diantaranya yaitu angkatan, listringan, pertinggian, dan lebar spur. Kualitas lintasan jalan rel (track) didefinisikan sebagai nilai numerik yang mewakili kondisi relatif dari geometri permukaan lintasan. Dalam hal ini, indikator penilaian kualitas lintasan berdasarkan penjumlahan standar deviasi dari keempat parameter sehingga hasil kualitas segmen secara keseluruhan disebut Indeks Kualitas Lintasan atau Track Quality Index (TQI) Penggunaan TQI memberikan kemungkinan untuk menilai indikator kinerja jalur kereta api. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Indeks Kualitas Lintasan berdasarkan Standar Perkeretaapian Indonesia. Selain itu dilakukan analisis dengan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui seberapa besar keempat parameter berpengaruh terhadap nilai TQI. Hasil TQI yang didapatkan berdasar Standar Perkeretaapian Indonesia sebesar 38,9% masuk dalam kategori baik, sedangkan hasil dari regresi linier berganda menunjukkan bahwa keempat parameter memiliki pengaruh yang signifikan terhadap indeks penilaian TQI. 1. Pendahuluan Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong yang bergerak di atas rel. Sebagai alat transportasi massal kereta api adalah angkutan yang efisien untuk jumlah penumpang yang tinggi sehingga sangat cocok diterapkan pada koridor suatu wilayah yang padat. Pulau Jawa merupakan salah satu Pulau dengan jaringan konektivitas perkeretapian terbesar di Indonesia dalam fungsi operasi- onalnya salah satunya yaitu jalur kereta api Cirebon- Cikampek. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi 3 Cirebon. Peranan jalur kereta api adalah untuk memandu pergerakan atau perjalanan lokomotif, mendistribusikan beban roda ke jalan, menjaga biaya operasi, keamanan perjalanan dan kenyamanan penumpang dalam kisaran yang diterima dan bantalan dalam kondisi baik[1]. Lalu lintas kereta api akan terus meningkat sesuai dengan perkembangan industri dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi geometri lintasan yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lintasan. Faktanya, ada beberapa parameter geometri yang mempengaruhi turunnya penurunan kualitas jalan rel diantaranya yaitu angkatan, listringan, pertinggian, dan lebar