Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Semirata 2013 FMIPA Unila |319 MENENTUKAN NILAI REFLEKTAN DAN SALINITAS DI PERAIRAN SELAT MALAKA MENGGUNAKAN DATA LIPUTAN CITRA SATELIT FY-1D Riad Syech, Usman Malik Jurusan Fisika FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Pekanbaru 28193 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai refelektan dan salinitas menggunakan metodologi interpretasi data digital. Pengolahan citranya menggunakan program Ermapper versi 5.5 dan arc view. Data yang digunakan adalah citra satelit FY_ID di perairan Selat Malaka yang sudah terkorekasi secara geometrik dan radiometrik pada bulan Juli 2011 sampai bulan September 2011. Hasil penelitian nilai reflektan dan salinitas yang tertinggi terjadi pada tanggal 11 Agustus 2011 yakni 0,45 % dan nilai reflektan dan salinitas terendah terjadi pada tangal 24 september 2011 yakni 0,07 %. Key Word: Estimasi, distribusi , citra , reflektan , salinitas dan perairan Selat Malaka. PENDAHULUAN Perairan Selat Malaka merupakan bagian dari Paparan Sunda yang relatif dangkal yang dipengaruhi oleh dua musim yaitu musim muson barat daya yang berlangsung dari bulan Mei sampai Oktober dan musim muson Timur Laut selama bulan November sampai bulan April. Selama muson barat daya angin umumnya bersifat lemah sedangkan pada muson Timur Laut umumnya angin kencang sering sekali mencapai 10 knot. Pada Mei sampai September angin dominan bertiup dari arah Tenggara dan Selatan yang membawa penguapan dari daratan , pada Oktober angin mulai berubah dari Barat dan Utara yang dominan pada bulan November dan Desember. Selama bulan Januari sampai Maret , angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut. Jika dilihat kondisi curah hujan, relatif cukup tinggi rata-rata setiap bulannya sepanjang tahun, karena iklim di Selat Malaka sangat dipengaruhi oleh jumlah penguapan yang terjadi di pulau-pulau di sekitarnya terutama selama muson Barat Daya ( Mei Oktober ). Curah hujan tertinggi pada bulan November, dan terendah pada bulan April. Pola arus pada Selat Malaka bergantung pada perbedaan tinggi permukaan laut di bagian Barat Laut ( Laut Andaman ) dan bagian Timur Laut ( Laut China Selatan ), oleh sebab itu terdapat arus yang mengalir sepanjang tahun ke arah Barat Laut. Wilayah perairan Selat Malaka kaya akan berbagai macam potensi sumber daya alam, seperti sumber daya hayati sebagai komsumsi dalam negeri juga merupakan komoditi eksport yang berperanan penting dalam menunjang devisa negara yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumunya, dan diperairan Selat Malaka pada khususnya. Untuk menggali potensi tersebut digunakan teknologi penginderaan jauh dengan interprestasi data digital dari citra satelit. Pada saat ini pendugaan salinitas sebagai tingkat kesuburan perairan dapat dilakukan dengan bantuan citra satelit. Salinitas merupakan pigmen dari fitoplankton yang dapat digunakan sebagai parameter produktivitas peraaran. Kosentrasi salintas di atas 0,07 % menunjukkan kehadiran dari kehidupan