E-Jurnal Matematika Vol. 8(2), Mei 2019, pp.132-139 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/MTK.2019.v08.i02.p244 132 MEMINIMUMKAN BIAYA DISTRIBUSI JERUK MENGGUNAKAN VOGELL’S APPROXIMATION METHOD DENGAN UJI OPTIMAL STEPPING STONE Moh. Ghista Kusuma Shafarda , Ni Made Asih 2 , G.K. Gandhiadi 3 1 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA Universitas Udayana [Email: ghistakusuma@yahoo.com] 2 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA Universitas Udayana [Email: madeasih@unud.ac.id] 3 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA Universitas Udayana [Email: gandhiadi@unud.ac.id] § Corresponding Author ABSTRACT The objective of this reseach is to know the minimum cost distribution of citrus using Vogell's approximation method with stepping stone optimal test. Vogell's approximation method (VAM) is one of the preparation methods of initial feasible solution tables by determining the allocation of distribution on the cell that has the smallest cost and is located on the row or column that has the greatest value of the difference between the two smallest costs. The stepping stone method aims to test the initial solution table by calculating the cost of empty cells passed by the stepping stone path. The research that has been done shows the cost that before the optimization of the distributing costs of kintamani citrus by kintamani citrus farmers using Vogell's approximation method and stepping stone optimal test, it’s obtained that the costs are 85.338.161 rupiahs, while the cost of distributing kintamani citrus by kintamani citrus farmers after the optimization is 75.710.570 rupiahs. Keywords: Minimum Cost Distribution, Vogell’s Approximation Method (VAM), Stepping Stone Method 1. PENDAHULUAN Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi penghasil jeruk terbesar di negara Indonesia selama kurun waktu empat tahun dari 2011 sampai 2015 dengan produksi sebesar 7,19% dari total keseluruhan (Kementerian Pertanian, 2015). Di antara berbagai jenis jeruk yang di produksi di Provinsi Bali, jeruk kintamani merupakan salah satu jenis yang cukup populer bagi masyarakat. Jeruk kintamani merupakan jenis jeruk yang berasal dari Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jeruk kintamani bukan hanya buah yang cukup diminati untuk dikonsumsi, tetapi juga cukup sering digunakan pada kegiatan keagamaan umat Hindu di Provinsi Bali. Tidak mengherankan di saat menjelang hari suci keagamaan atau upacara di Bali, permintaan jeruk kintamani di pasaran akan melonjak. Salah satu cara untuk mengatasi lonjakan permintaan jeruk kintamani adalah dengan melakukan pendistribusian jeruk kintamani ke pasar lokal terlebih dahulu. Setelah terpenuhinya permintaan pada pasar lokal, sisa dari hasil produksi jeruk kintamani dipasarkan ke luar daerah untuk menghindari penurunan harga di pasar lokal akibat dari jumlah jeruk yang melimpah. Oleh karena itu, petani diharapkan dapat mempertimbangkan hal-hal seperti harga jual, biaya yang dikeluarkan dalam distribusi, dan keuntungan yang diperoleh pada distribusi jeruk untuk mengatasi tingginya permintaan. Distribusi merupakan salah satu dari sekian masalah yang dialami oleh petani jeruk. Distribusi ini menyangkut tentang permasalahan kegiatan pendistribusian barang dari berbagai sumber ke beberapa tujuan. Kegiatan pendistribusian hasil produksi pasti memerlukan biaya transportasi. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam mengatasi