421 Bahan Ajar Tema Daerah Tempat Tinggalku Berbasis Kearifan Lokal Aldine Pramita Alba 1 , Sa’dun Akbar 2, Nurchasanah 3 1 Pendidikan Dasar-Universitas Negeri Malang 2 KSDP-Universitas Negeri Malang 3 Pendidikan Bahasa Indonesia-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 01-03-2019 Disetujui: 15-04-2019 Abstract: This study aims to produce products in the form of teaching materials on the theme of the area where My live based on local wisdom. This product consists of teacher books and student books. The product was developed with reference to the Dick & Carey development model. This study uses a type of quantitative data. The feasibility of the product is tested through validation test, attractiveness test, practicality test, and effectiveness test. The results of the tests that have been carried out, the product is declared to have met the criteria and requirements used in the field as a supporting book. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar tema daerah tempat tinggalku berbasis kearifan lokal. Produk ini terdiri atas buku guru dan buku siswa. Produk dikembangkan dengan mengacu pada model pengembangan Dick & Carey. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Kelayakan produk diujikan melalui uji validasi, uji kemenarikan, uji kepraktisan, dan uji keefektivan. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan, produk dinyatakan telah memenuhi kriteria dan persyaratan digunakan di lapangan sebagai buku penunjang. Kata kunci: teaching materials; local wisdom; bahan ajar; kearifan lokal Alamat Korespondensi: Aldine Paramita Alba Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: aldineparamita@gmail.com Pendidikan merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Salah satu tujuan pendidikan adalah menghasilkan siswa yang bersemangat untuk terus belajar, semangat untuk menambah ilmu pengetahuan, dan senantiasa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga proses belajar diharapkan tidak hanya terjadi pada pendidikan formal tapi berlangsung seumur hidup (Arief, 2016). Proses belajar yang terjadi pada setiap peserta didik juga berbeda-beda. Berfokus pada prinsip bahwa belajar adalah proses yang aktif dan konstruktif, penelitian telah menyelidiki cara-cara dimana peserta didik dapat mengendalikan proses belajar mereka sendiri (Nugraha, 2016). Selain berfungsi untuk mencerdaskan generasi bangsa, pendidikan juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter pada diri siswa. Dengan pendidikan, karakter setiap individu akan terbentuk (Ulya, 2016). Pendidikan karakter pada anak sebaiknya diterapkan mulai usia anak sekolah dasar. Sekolah Dasar merupakan fondasi awal dalam jenjang pendidikan yang akan memengaruhi pendidikan dalam jenjang yang lebih tinggi. Sekolah merupakan bagian dari pendidikan yang merupakan salah satu tempat untuk mengembangkan kemmapuan prestasi siswa (Siahaan, 2018). Pendidikan dasar juga menyebabkan perubahan dalam diri siswa. Pnegetahuan telah menjadi faktor produksi yang unggul dan ia membutuhkan manajemen yang sangat hati-hati dan sadar seperti terbentuknya teman secara alami (Kluge, 2001). Hal yang menunjang tercapainya perubahan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa ke arah yang lebih baik adalah keselarasan antara penilaian, pembelajaran, dan proses pembelajaran. Penilaian, pembelajaran, dan proses pembelajaran saling terkait dan saling memberikan informasi untuk penyesuaian (Harsiati, 2017). Pada era sekarang, pendidikan menganut kurikulum 2013. Kurikulum 2013 telah mempermudah guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Salah satu cara dalam mempermudah guru yaitu dengan ketersediaan buku guru dan buku siswa. Pada buku siswa juga tersedia penyampaian materi yang berupa permainan. Jelas, aturan permainan memiliki fungsi memberi tahu pemain cara bermain game, yaitu tindakan mana yang diizinkan untuk diambil, bagaimana materi game ditempatkan, menentukan kapan game berakhir dan kondisi kemenangan mana yang ada (Liebe, 2008). Pengembangan bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal dikembangkan dengan tujuan memecahkan salah satu masalah yang ada di sekolah. Masalah yang dimaksudkan tersebut adalah kurangnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik lingkungan sekolah. Pengembangan bahan ajar sesuai dengan karakteristik sekolah ini tentunya mengacu pada tuntutan kurikulum yang sedang diterapkan di sekolah. Buku ajar merupakan buku teks yang digunakan sebagai rujukan standar pada mata pelajaran tertentu dalam kegiatan pembelajaran (Akbar, 2013). Berbeda dengan yang diungkapkan Prastowo Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 4 Bulan April Tahun 2019 Halaman: 421—426 67