JASTEN Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional Vol. 02 No. 02 Oktober, 2021 22 | Page PENGGUNAAN WOOD PELLET UNTUK BAHAN BAKAR PRODUKSI TAHU DI UKM KAB. KEDIRI Eko Yohanes Setyawan 1 , Abraham Lomi 2 , Choirul Saleh 3 Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Malang, Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang 65152, Indonesia email: yohanes@lecturer.itn.ac.id Abstrak ΜΆ Wood pellet merupakan alternatif bahan bakar yang terbuat dari limbah kayu, merupakan salah satu bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan memiliki bentuk silinder dan keras, ini merupakan salah satu konversi energi dimana proses perubahan bentuk energi dari limbah kayu yang ukurannya acak dirubah menjadi bentuk pellet silinder. Pengabdian ini dilakukan untuk menentukan dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap pola penggunaan bahan bakar pada proses produksi tahu di Kab. Kediri oleh karena itu dibutuhkan efisiensi sistem yang dianalisis yaitu efisiensi sistem pembakaran pada produksi tahu. Hal yang diketahui berupa input energi langsung pada setiap proses pemasakan kedelai dan pola penggunaan energi pada produksi tahu. Dari analisis yang sudah dilakukan mendapatkan bahan bakar wood pellet mendapatkan hasil yang maksimal untuk pemasakan kedelai dalam waktu pembakaran selama 1 jam dibutuhkan 1/2 kg wood pellet, bila dilakukan satu hari dengan pembakaran selama 8 jam dalam proses pemasakan bubur kedelai dibutuhkan wood pellet sebanyak 4 kg. Kata kunci: Wood Pellet, Bahan Bakar Alternatif, Efisiensi Sistem, Produksi Tahu PENDAHULUAN Sebagian besar bahan bakar untuk pembangkit kita adalah bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak, batu bara dan gas. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Berbanding terbalik dengan kebutuhan terhadap energi listrik yang semakin besar, cadangan energi dari bahan bakar fosil malah semakin sedikit dan akan segera habis. Pelepasan gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer sudah menjadi musuh bersama karena dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia di planet Bumi. Salah satu solusinya adalah kebijakan energi berkelanjutan (Sustainable Energy), yang terdiri dari pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy) untuk mengatasi krisis energy dibutuhkan suatau teknologi yang dapat diaplikasikan dengan hasil produksi yang tinggi dengan energi yang murah dan ramah lingkungan. Pemanfaatan pellet kayu sebagai bahan pemanas dan pembangkit listrik telah dimulai sejak dekade 90-an di sebagian besar negara Uni Eropa dan Amerika ketika terjadi lonjakan harga minyak dunia yang mengakibatkan terjadinya krisis minyak dunia. Pellet kayu merupakan produk yang dibuat dari bahan biomassa tanaman yang kemudian mengalami proses pengempaan. Pellet kayu merupakan solusi alternatif pengganti minyak karena memiliki harga yang cukup terjangkau oleh masayarakat Uni Eropa dan Amerika. Tingginya produktifitas dan permintaan pellet kayu terkait adanya kebijakan dari negara-negara di dunia untuk mengurangi efek pemanasan global dan pemanfaatan energi alternatif (Leaver, 2008). Konversi energi merupakan suatu proses perubahan dimana bentuk energi dari yang satu menjadi bentuk energi lain yang dibutuhkan. Pernyataan tersebut mengartikan bahwa untuk memperoleh suatu bentuk energi, perlu adanya energi lain yang dikonversikan menjadi energi yang dibutuhkan tersebut. Salah satu contohnya untuk