422 PROSIDING SEMINAR NASIONAL LP2M UNM - 2019 Peran Penelitian dalam Menunjang Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia ISBN: 978-623-7496-14-4 PASSAPU SA’DAN-TORAJA Karta Jayadi dan Dian Cahyadi Universitas Negeri Makassar Abstrak. Penelitian ini ditujukan mengidentifikasi artefak hasil kebudayaan pada masyarakat dalam lingkup etnis Bugis-Makassar-Toraja terkait asal-usul, ragam bentuk, ciri khas (alat identifikasi) yang terbentuk dari hasil karsa produk kebudayaan tak benda. Khususnya pada etnik Sa’dan-Toraja. Identifikasi produk kebudayaan ini ditujukan untuk membuat batasan-batasan perimeter kebudyaan sebagai penciri. Metode membangun identitas ini ditujukan sebagai bentuk pertanggungjawaban komunitas adat terhadap bentukan karakter sifat dan sikap anggota komunitas kebudayaannya terhadap komunitas kebudayaan sekitarnya. Secara sosiologi merupakan bentuk iklusi-eksklusi kebudayaan bagi komunitas-komunitas kebudayaan pada entitas suku/etnis Bugis-Makassar-Toraja. Dimana karakter- karakter tersebut merupakan pengejewantahaan dari konsepsi nilai-nilai filosofi dan falsafah kebudayaan etnis Bugis- Makassar-Toraja yang terangkum dalam “Pangadereng”. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk ‘Passapu’ pada etnis Sa’dan-Toraja yang dikenal dengan berbagai ragam penamaan dan bentuknya, dengan memaparkan perbedaan-perbedaan dan tinjauan aspek-aspek dan unsur-unsur pembentuknya (Tinjauan antropologi/Sosiologi Seni) Hasil identifikasi penelitian ini diharapkan akan menjadi materi rujukan keilmuan pada hasil kebudayaan tak benda suku Makassar. Kata Kunci: Passapu, Identitas Adat, Kebudayaan Tak Benda, Antropologi/Sosiologi Seni. Abstract. This study aims to identify artifacts of cultural products in the community within the ethnic scope of Bugis-Makassar-Toraja related to the origin, variety of forms, characteristics (identification tools) formed from the results of intangible cultural products. Especially in Sa'dan-Toraja ethnicity. The identification of cultural products is intended to make the perimeter boundaries of culture as a characteristic. This method of constructing identity is intended as a form of accountability for the indigenous community towards the formation of the character characteristics and attitudes of members of the cultural community towards the surrounding cultural community. Sociologically it is a form of cultural exclusions for cultural communities in the Bugis-Makassar-Toraja ethnic entity. Where these characters are manifestations of the conception of philosophical values and cultural philosophies of Bugis-Makassar-Toraja ethnicity summarized in "Pangadereng". The specific purpose of this study is to identify the form of 'Passapu' in the Sa'dan-Toraja ethnic group, which is known for its various names and forms, by describing the differences and reviewing the aspects and their constituent elements (Anthropological / Art Sociological Review) Results identification of this research is expected to be a scientific reference material on the intangible cultural results of the Makassar tribe. Keywords: Passapu, Traditional Identity, Intangible Culture, Anthropology / Sociology of Art PENDAHULUAN Salah satu kebudayaan Sulawesi Selatan yang bersifat tradisional dan memiliki keistimewaan tersendiri adalah busana adat. Di Sulawesi Selatan terdapat 3 suku bangsa, yaitu suku Bugis, Makassar, dan Sa’dan-Toraja. Sa’dan_Toraja merupakan fokus lokasi penelitian ini. Definisi Sa’dan-Toraja merupakan penyebutan kewilayahan adat dari kelompok etnis Toraja yang tersebar di tengah-tengah pulau Sulawesi. Sebagaimana dikemukakan oleh Noy-Palm; [Toraja is a collective name for all people who inhabit the mountains of Southwest- and Central-Sulawesi. These mountain dwe11ers, however, exhibit differences among themselves in language and culture which formerly prompted sorting them into West-, South- and Eastor Central-Toraja. The name Toraja (without any prefix) is used by the Buginese and the Makassarese, and above all by the inhabitants of Luwu', to denote the Sa'dan-Toraja. According to Adriani (see N. Adriani and A. C. Kruyt, De Bare'e sprekende Toradja, lIl, 1914: 1-2; see also Adriani 1930), the name comes from the Buginese To-ri-a;a, The People of the Interior, The People of the Highlands (to means man or people; it is a contraction of tau which has the same denotation).] (Noy-Palm, 1979 ) Penelitian ini fokus untuk meneliti tentang Passapu dalam lingkungan adat Sa’dan-Toraja. Passapu merupakan hiasan kepala lelaki Bugis- Makassar yang popular di gunakan pada kegiatan- kegiatan seremonial terutama pada kegiatan atraksi adat di Sulawesi Selatan. Passapu juga disebut sebagai ‘Patonro’di Makassar yang menunjukkan identitas khas bagi masyarakat etnis Bugis Makassar selain Songkok Recca/Songkok Nibiring/Songkok Guru/Songkok To Bone. Passapu, Patonro’ penyebutan bagi hiasan kepala yang kebiasaannya diguna pakai oleh lelaki Bugis-