Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 384 Kumawula, Vol. 5, No.2, Agustus 2022, Hal 384 – 392 DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v5i2.38486 ISSN 2620-844X (online) ISSN 2809-8498 (cetak) Tersedia online di http://jurnal.unpad.ac.id/kumawula/index DIGITAL BRANDING AND SELLING BAMBU SELAAWI UNTUK MENDORONG CITY BRANDING BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PENDEKATAN INKLUSIF-PARTISIPATIF KABUPATEN GARUT Rd. Ahmad Buchari 1* , Nurillah Jamil Achmawati Novel 2 , Jovancha Qisty Adinda Fildzah 3 1,2,3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran * Korespondensi: ahmad.buchari@unpad.ac.id ABSTRACT Digital technology is a common challenge faced by business actors in the Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) sector. At the same time, the role of MSMEs financially and non-financially is very large for the region and even nationally. Garut Regency with bamboo potential in Selaawi District is a superior local potential that is encouraged to improve the economy and city branding so that Garut Regency becomes a leading destination for both national and global visitors. The digital branding and selling program through an inclusive-participatory approach to Selaawi bamboo business actors aims to increase the capacity of business actors in digitally branding and selling their products to optimize their contribution both economically and non-economically to the region. Keywords: Digital; Digital branding; Digital selling; City branding; Inclusive-participatory; Bamboo; Selaawi; Garut ABSTRAK Teknologi digital menjadi tantangan umum yang dihadapi oleh pelaku usaha sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Padahal peran UMKM secara finansial maupun non-finansial sangat besar bagi wilayah bahkan nasional. Kabupaten Garut dengan potensi bambu di Kecamatan Selaawi merupakan potensi lokal unggulan yang didorong untuk meningkatkan ekonomi dan branding kota sehingga Kabupaten Garut menjadi destinasi unggulan baik bagi pengunjung nasional maupun global. Program digital branding and selling melalui pendekatan inklusif-partisipatif pada pelaku usaha bambu Selaawi bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam branding dan selling produknya secara digital sehingga mengoptimalkan kontribusinya baik secara ekonomi maupun non-ekonomi bagi wilayah. Kata kunci: Digital; Digital branding; Digital selling; Branding kota; Inklusif-partisipatif; Bambu; Selaawi; Garut PENDAHULUAN Brand atau merek telah mengalami perkembangan sehingga tempat menjadi objek branding untuk mempromosikan citra kota (city branding) yang memengaruhi baik masyarakat maupun pengunjung (Zenker, Braun, & Petersen, 2017). Hal tersebut memaknai identitas kota yang dibangun dari kunjungan, potensi wilayah, lokasi, masyarakat, dan identitas kota lainnya yang secara mampu memaknai kota tersebut (Chan, 2021). Brand yang kuat secara signifikan berkontribusi pada keunggulan bersaing sebuah tempat atau destinasi (Che-Ha, Nguyen, Yahya, Melewar, & Chen, 2016). Branding kota melibatkan stakeholder untuk membangun pemerintah daerah menguatkan orientasi positioning kota (Pawlak & Hajduk, 2019). Terdapat beberapa tingkat pemangku kepentingan dalam branding kota, dimana