Kadera Bahasa, Volume 12 Nomor 2, Edisi Agustus 2020 146 PERJODOHAN DAN ISU EKOKRITIK DALAM METROPOP DIMI IS MARRIED KARYA RETNI SB MARRIAGE ARRANGED AND ECOCRITICISM’S ISSUES IN THE METROPOP DIMI IS MARRIED BY RETNI SB Tania Intan 1, Prima Agustina Mariamurti 2, Nurul Hikmayaty Saefullah 3 1,2 Departemen Susastra dan Kajian Budaya, Universitas Padjadjaran 3 Departemen Linguistik, Universitas Padjadjaran Pos-el: tania.intan@unpad.ac.id Abstract This research was aimed at uncovering the matchmaking phenomenon and ecocritical issues in Retni SB's metropop novel Dimi is Married (2015). The method used in this research was descriptive qualitative with feminist literary criticism and ecocritical approaches. Data in the form of words, phrases, and sentences from the object of analysis were collected using the note-taking technique after going through closed reading. The data was then classified based on the problem, interpreted, and analyzed by relevant theories. The results showed that matchmaking was mediated by both parents with the motive of maintaining "nobility" in a modern context. Matchmaking was carried out by applying considerations to traditional criteria, namely heredity, social status, and self-quality. The standard of women who were desired as potential wives is following the stereotype of gender roles, namely having a sweet, polite, obedient, and loving character to their parents. Matchmaking problems occurred because of the inhomogeneous relationship between partners concerning reasons for marriage, social status, and outlook on life. The ecocritical issues discussed in the novel involved elements of forests, disasters, animals, and the earth. Women spoke out about the damage to nature and the lost suffered by local people due to industrial management that neglected the environment. In a feminist view, patriarchal ideology works through the treatment of nature that resembles the actions of women, namely as objects of exploitation. Keywords: marriage arranged, ecocriticism issues, metropop Abstrak Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap fenomena perjodohan dan isu ekokritik dalam novel metropop Dimi is Married (2015) karya Retni SB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis dan ekologi sastra. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dari objek penelitian dikumpulkan dengan teknik simak-catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data kemudian diklasifikasi berdasarkan permasalahan, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjodohan diperantarai oleh kedua orang tua dengan motif menjaga “keningratan” dalam konteks modern. Perjodohan dilakukan dengan menerapkan pertimbangan atas kriteria tradisional, yaitu bibit, bebet, dan bobot. Standar perempuan yang diinginkan sebagai calon istri adalah yang sesuai dengan stereotipe peran gender, yaitu berkarakter manis, sopan, patuh, dan sayang pada orang tua. Permasalahan dalam perjodohan terjadi karena relasi yang tidak homogen di antara pasangan berkaitan dengan alasan menikah, status sosial, dan pandangan hidup. Isu ekokritik yang dibahas dalam novel melibatkan elemen hutan, bencana, binatang, dan bumi. Perempuan menyuarakan kerusakan alam dan kerugian yang dialami rakyat lokal akibat pengelolaan industri yang abai pada lingkungan. Dalam pandangan feminis, ideologi patriarki bekerja melalui perlakuan manusia terhadap alam yang menyerupai tindakan laki-laki pada perempuan, yaitu sebagai objek eksploitasi.