Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXI Program Studi MMT-ITS, Surabaya 19 Juli 2014 ISBN : 978-602-70604-0-1 A-25-1 PEMODELAN DENGAN PENDEKATAN KONSEPTUAL UNTUK SUPPLY CHAIN EVENT MANAGEMENT PADA PROSES PENGADAAN Ali Ridwan 1) dan Iwan Vanany 2) 1) Program Studi Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Jl. Cokroaminoto 12A, Surabaya, 60264, Indonesia e-mail: ali.ridwan11@mhs.mmt.its.ac.id 2) Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ABSTRAK Tujuan dari Supply Chain Event Management (SCEM) adalah meningkatkan proses bisnis supply chain untuk merespon peristiwa yang mengganggu, termasuk dalam proses pengadaan. Salah satu Perusahaan Minyak Indonesia, diharapkan untuk tepat waktu dalam menyelesaikan setiap proses pengadaan yang pada akhirnya sejalan dengan salah satu tujuan perusahaan dalam supply chain yaitu Waktu Yang Tepat. Namun demikian, sebagai kontraktor Production Sharing Contract (PSC), wajib melakukan beberapa tugas wajib dalam setiap proses pengadaan sebagaimana dibimbing oleh Otorita. Selain itu, jumlah kegiatan pengadaan yang dihasilkan, menyaratkan untuk memiliki dukungan dari alat yang bisa memonitor tugas- tugas, memberi tahu orang yang bersangkutan, mensimulasikan tindakan, mengontrol kualitas proses dan mengukur kinerja (Steven & Kruger, 2004). Walaupun perusahaan sudah dilengkapi dengan dua sistem utama, yaitu ERP dan ECM, persyaratan di atas dukungan sebagai alat tidak dapat sepenuhnya terwujud. Penelitian ini akan didukung oleh data dari dua sistem utama yang disebutkan di atas. Modeling telah dikembangkan menggunakan ARIS Express 2.4 dengan dasar pemodelan ERM (Chen, 1976) yang didukung oleh Computer- Aided Software Engineering, EPC (Mendling & Nuttgens, 2003) dan BPMN untuk memenuhi tugas-tugas utama SCEM (Steven & Kruger, 2004). Kata kunci: Supply Chain Event Management, Proses Bisnis, Waktu untuk Pengadaan PENDAHULUAN Sebagai Kontraktor Production Sharing Contract (PSC), PT. X E&P Indonesia (XEPI) melakukan suatu kegiatan usaha hulu minyak dan gas pada area di bawah sebuah perjanjian dengan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh SKK Migas sebagai otoritas. Kegiatan yang dilakukan di bawah PSC dipandu oleh Otoritas dalam bentuk beberapa pedoman yang dikeluarkan. Salah satu kegiatan yang penting adalah manajemen supply chain yang dipandu dengan nomor pedoman 007. Dengan memiliki tingkat aktivitas operasional yang tinggi, XEPI harus memiliki Supply Chain Management (SCM) kuat yang terdiri dari metode, alat atau pendekatan dalam mengelola supply chain (Pujawan & Mahendrawati, 2010), atau sistem antar fungsional yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu mendukung dan mengelola hubungan antara beberapa proceses bisnis utama perusahaan dan orang-orang dari pemasok, pelanggan, dan mitra bisnis (O'Brien & Marakas, 2009). Tanggung jawab yang dimiliki oleh Divisi Kontrak dan Pengadaan sebagai aktor utama manajemen supply chain untuk melakukan proses pengadaan, yang sejalan dengan