PENGGUNAAN TEPUNG BIJI SIRSAK (Annona murricata) SEBAGAI AKARISIDA PADA SAPI DAN KAMBING The Use of Sour Soup (Annona murricata) Seed Powder as Acaricide on Cow and Goat 1 1 1 1 1 Yudha Fahrimal , Razali Daud , Adi Chandra , Syauki Iqbal , dan Roslizawaty 1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia Penelitian ini bertujuan menguji efek kuratif tepung biji sirsak dalam mengobati caplak pada sapi dan skabies pada kambing kacang. Dalam penelitian ini digunakan masing-masing 12 ekor sapi yang banyak dihinggapi caplak dan 12 ekor kambing yang terserang skabies. Sapi dibagi atas 4 kelompok (S1, S2, S3, dan S4), masing-masing kelompok berjumlah 3 ekor sedangkan kambing dibagi atas 3 kelompok (K1, K2 dan K3), masing-masing kelompok berjumlah 4 ekor. Kelompok S1 pada sapi berfungsi sebagai kontrol dan hanya menerima lumuran air, sedang kelompok S2, S3, dan S4 masing-masing menerima lumuran 1, 5, dan 10% tepung biji sirsak. Caplak yang jatuh atau mati dan tidak kenyang dikumpulkan dan diidentifikasi menurut genusnya. Analisis statistik menunjukkan bahwa semua konsentrasi tepung biji sirsak ampuh membunuh Boophilus sp. dan Dermacentor sp. tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap genus Rhipicephalus sp. Pada pengobatan untuk skabies pada kelompok K1, K2, dan K3 masing- 2 masing menerima lumuran tepung biji sirsak 1, 5, dan 10%. Jumlah tungau per cm sebelum dan sesudah pelumuran diperiksa melalui pengerokan kulit dan dihitung di bawah mikroskop. Analisis statistik menunjukkan bahwa lumuran tepung biji sirsak efektif menurunkan jumlah tungau pada kambing. Jumlah tungau pada hari ke-1 dan ke-7 setelah pelumuran berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan jumlah tungau sebelum pelumuran tetapi tidak terdapat perbedaan antar dosis pelumuran (P>0,05). _____________________________________________________________________________________________________ Kata kunci: biji sirsak, Boophilus sp., Dermacentor sp., Rhipicepalus sp. Sarcoptes scabei ABSTRAK This research was aimed to study curative effect of sour soup seed powder on cattle invested with ticks and goat infected with scabies. This study was using 12 cattle invested with ticks and 12 goats with scabies. The cattle divided into 4 groups (S1, S2, S3 and S4) while goats were divided into 3 groups (K1, K2, and K3) equally. For cattle with ticks group S1 received water (control group), while group S2, S3, and S4 received 1%, 5%, and 10% sour soup powder respectively. Ticks that fell to the ground and not engorged were collected and identified. Statistical analysis showed that all concentrations of sour soup were effective in paralyzing and or killing ticks of the genera Boophilus sp. and Dermacentor sp. but were not effective against Rhipicepalus sp. For goats with scabies, groups K1, K2, and K3 received 1, 5 and 10% sour soup powder respectively mixed with water applied to whole area of 2 infected and uninfected skin surrounding infected area. Number of mites per cm before and after treatment was counted. Statistical analysis showed that 1, 5, and 10% sour soup powder effective in reducing the number of scabies mites on day 1 and 7 after treatment and were significantly different from those number of mites before treatment (P<0.01). Statistical analysis also showed that no significant difference among concentration of sour soup seed powder in decreasing the number of mites (P>0.05). _____________________________________________________________________________________________________ Keywords: sour soup seed, Boophilus sp., Dermacentor sp., Rhipicepalus sp. Sarcoptes scabei ABSTRACT , PENDAHULUAN Caplak dan tungau merupakan ektoparasit dari kelas Akarina yang umum menyerang ternak dan menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak kecil baik langsung maupun tidak langsung. Keberadaan caplak dan tungau dari kelompok akarina ini terjadi sepanjang tahun dan biasanya dimanifestasikan dengan penyakit kronis yang mengakibatkan menurunnya berat badan, terhambatnya pertumbuhan, rusaknya kulit, dan ketidaknyamanan ternak yang terserang dan apabila berlanjut dapat menyebabkan kematian (Georgi dan Georgi, 1990). Caplak dari famili Ixodidae ini terdiri dari beberapa genus yang diantaranya adalah Amblyoma sp., Boophilus sp., Dermacentor sp., Haemaphysalis, sp., Ixodes sp, Rhipicepalus sp. Di samping sebagai penyebab penyakit, caplak berfungsi sebagai vektor biologis dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh parasit darah seperti babesiosis, anaplasmosis, theileriosis dan ricketsiosis (Stafford III, 2004; Tsia et al., 2009). 44 Jurnal Kedokteran Hewan ISSN : 1978-225X Vol. 4 No. 1, Maret 2010