Al Kimia | 52 KINETIKA BIODEGRADASI LIMBAH MINYAK BUMI MENGGUNAKAN BIOKOMPOS Wa Nirmala, H. Asri Saleh, Iin Novianty Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar E-mail: kimia_nirmala@yahoo.co.id Abstract: Kinetic study of the biodegradation petroleum waste by using biocompost was conducted to determine the concentrations of Total Petroleum Hydrocarbons (TPH) decline. It can be seen from the reaction kinetics of biodegradability by calculating the rate constant and reaction order of biodegradation of the petroleum waste. Otherwise it can be seen also from the activity of enzymes involved in the biodegradation namely enzymatic kinetics by measuring the value of Km and Vmax. Research methods are mixing biocompost and petroleum waste, measurement of pH, water content and determining the concentration of TPH at day 0, 7, 14, 21, 28 and 35. The concentrations of TPH before and after biodegradation are 11.23% and 0.54%. The results show biodegradation by using biocompost can decrease the Total Petroleum Hydrocarbons up to 95.19% within 35 days. The degradation rate is 0.502% per day while the rate constant is 0.0847 which relevant to the first-order reaction rate. The reaction kinetics of biodegradation by oxygenase enzyme show V max and K m value as 0.0834 and -0.9920, respectively. Keywords: biodegradation, petroleum waste, enzymatic kinetics 1. PENDAHULUAN Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi yang banyak tersebar di daratan dan lautan. Salah satu industri yang bergerak dibidang eksploitasi minyak bumi adalah PT Karlez Petroleum Seram. Pada setiap aktivitas perminyakan mulai dari eksplorasi hingga pengilangan minyak dapat menghasilkan limbah berupa lumpur minyak bumi (oily sludge). Limbah ini termasuk dalam kategori limbah berbahaya dan beracun (B3) karena mengandung senyawa hidrokarbon yang sulit diurai sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan (Agra Krisnapati, 2003). Pencemaran lingkungan yang terjadi pada daerah pengeboran minyak bumi dapat berdampak pada tumbuhan maupun hewan yang hidup di sekitarnya. Salah satu contoh yaitu pada daerah pesisir pantai yang tercemari limbah minyak bumi, pertumbuhan tanaman mangrove menjadi terhambat akibat adanya minyak yang mencemari tanah sekitar.