Jurnal INFORM Vol.2 No.2, Juli 2017, P-ISSN : 2502-3470, E-ISSN : 2581-0367 Pemodelan Tanaman Virtual Menggunakan Lindenmayer System Andy Suryowinoto Jurusan Teknik Elektro,Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jalan Arif Rahman Hakim No.100 Surabaya e-mail:andynoto139@gmail.com Abstrak-Kontribusi komputer dalam bidang grafis berkembang sangat cepat, aplikasinya mulai dari sains, dunia industri manufaktur, medis, hingga militer. Berangkat dari hal tersebut pentingnya pengembangan sistem yang dapat mengurangi waktu saat render dan meminimalkan menggunakan sumber daya perangkat keras computer, sehingga dapat digunakan untuk komputer dengan skala kecil sekelas komputer personal. Menggunakan metode penelitian system development life cycle yang terdiri atas tahap menganalisa dan merancang pada pemodelan tiga dimensi tanaman, khususnya pohon menggunakan algoritma lindenmayer system, dimana penumbuhan percabangan dahan dan ranting, hingga daun, mengambil patokan koordinat objek pada titik percabangan untuk menumbuhkan bagian cabang lain pada pohon. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa render dengan jumlah 130,904 verticerender 2 detik, daun segi delapan 2,57 detik, dan bentuk bulat dengan waktu render 3,6 detik. Simulasi pemodelan tanaman virtual tercapai. Kata kunci-Pemodelan tiga dimensi, pohon, render, lindenmayer system I. PENDAHULUAN Penggunaanhardwarekomputer dengan spesifikasi lebih rendah dalam bidang grafis berkembang sangat cepat, mulai dari sains, dunia industri manufaktur, medis, militer, hingga industri komersial dan film. Penggunaan dari tahun ke tahun makin meningkat.Pemodelan tanaman khusus pohon pada perangkat komputer pada beberapa waktu lalu hanya dapat dilakukan dengan komputasi berskala besar, namun pada perkembangan perangkat komputer beberapa tahun terakhir memungkinkan kita untuk melakukan simulasi secara real time[8]dengan render semirip mungkin dengan pohon aslinya serta detil geometri. Dengan tingkat teknik simulasi yang sesuai. Banyak cara yang digunakan untuk simulasi real-time tumbuhan, salah satu metode yang digunakan adalah L-system dan finite element method dalam membuat simulasi yang realistik untuk pembangkitan pohon dalam suatu bentuk seni[9]. Dalam pembangkitan pohon diperlukan detil geometri dari pohon seperti batang, ranting, dan geometri daun. II. METODE PENELITIAN Berdasarkan Aristid Lindenmayer pada jurnalnya teori biologi tahun 1968[1] yang memperkenalkan formula untuk mempelajari perkembangan dari organisme multisel anabaena catenula tanaman sejenis alga biru- hijau, dan kemudian di aplikasikan untuk pertumbuhan tumbuhan. L-System bekerja berdasarkan pola aturan (grammar) yang dijumpai pada tanaman yang bersifat sebagai pola-pola yang memiliki kesamaan (similiraty) dan pola tersebut berulang (rewriting). Pada penelitian Atris Suyantohadi tahun 2010 mengenai Sintak terhadap pertumbuhan tanaman dalam L-System akan dinotasikan dan disusun dalam kaidah suatu aturan (rules) pertumbuhan tanaman kedelai [2]. Pada pemodelan tanaman terdiri atas beberapa bagian seperti sel tanaman dengan terlebih dahulu memberikan aturan modul tanaman lama dengan modul tanaman baru. Pemodelan bagian modul tanaman dapat dinyatakan dalam aturan yang bebas (context- free), apabila aturan tersebut diberikan hanya pada bagian modul sebelumnya (predecessor