P-ISSN : 2686-6447 Jurnal ABDIKARYA E-ISSN : 2715-6605 Volume 4, No. 1, April 202 95 PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI SERBUK KAYU SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Anis Masyruroh 1 , Iroh Rahmawati 2 Universitas Banten Jaya, Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Serang Banten, Indonesia Email: 1 anismasyruroh@unbaja.ac.id ABSTRAK Briket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan bahan organik atau biomasa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomasa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit. Dalam tulisan ini dikemukakan hasil pembuatan briket arang dari serbuk kayu,. Proses pengarangan dilakukan dengan menggunakan tungku drum hasil modifikasi. Arang yang diperoleh kemudian digiling sampai berbentuk serbuk kemudian disaring menggunakan saringan 40 mesh. Arang yang lolos saringan kemudian dicampur dengan perekat tepung tapioka kadar 5%. Bahan baku dicetak dengan cetakan paralon, selanjutnya dikeringkan di bawah sinar matahari selama 1 sampai 3 hari tergantung kondisi cuaca. Briket arang yang dihasilkan pada umumnya dapat menghasilkan sifat fisis dan kimia yang lebih baik jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakunya. Kadar air berkisar antara 2,59 - 9,31%, kadar abu 1,75 - 10,47%, kadar zat menguap 13,45 - 19,89%, kadar karbon terikat 67,17 - 75,75%, kerapatan 0,32 - 0,71 g/cm 2 , keteguhan tekan 6,57 - 18,19 kg/cm 3 , dan nilai kalor bakar berkisar antara 5.953 6.906 ka/g. Melihat dari hasil penelitian ini bahwa serbuk kayu dari limbah industri kusen dapat dijadikan salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan briket. Kata Kunci: Arang, Briket, Energi Alternatif , Serbuk Kayu ABSTRACT Briquette is an alternative energy substitute for fuel produced from underutilized organic materials or biomass. Several types of biomass waste have considerable potentials such as wood waste, rice husks, straw, bagasse, and palm shells. In this paper, the results of the manufacture of charcoal briquettes from sawdust are presented. The writing process is carried out using a modified drum furnace. The charcoal obtained is then ground to a powder form and then filtered using a 40 mesh sieve. The charcoal that passes the filter is then mixed with 5% tapioca flour adhesive. The raw material is printed with a paragon mold, then dried in the sun for 1 to 3 days depending on weather conditions. Charcoal briquettes produced in general can produce better physical and chemical properties when compared to the quality of the raw materials. Moisture content ranged from 2.59 - 9.31%, ash content 1.75 - 10.47%, volatile matter content 13.45 - 19.89%, bound carbon content 67.17 - 75.75%, density 0 .32 - 0.71 g/cm2, compressive strength 6.57 - 18.19 kg/cm3, and the calorific value ranged from 5.953 to 6.906 ka/g. Seeing from the results of this study that sawdust from the frame industry waste can be used as an alternative raw material in the manufacture of briquettes Keyword: Charcoal, Briquettes, Alternative Energy, Sawdust. PENDAHULUAN Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat menyebabkan permintaan energi semakin meningkat pula. Sektor energi memiliki peran penting dalam rangka mendukung kelangsungan proses pembangunan nasional (Lubis dan Sugiyono, 1996). Energi sebagian besar digunakan pada sektor rumah tangga, industri dan transportasi, sedangkan cadangan bahan bakar posil seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara yang