Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, C 134-138 https://doi.org/10.32315/ti.7.c134 Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018 | C 134 Fakultas Arsitektur & Desain, Unika Soegijapranata, Semarang ISBN 978-602-51605-7-8 E-ISBN 978-602-51605-5-4 Kajian Arsitektur Perilaku Sebagai Langkah Untuk Pengembangan Ruang Komunitas Remaja Muslim Septian Tri Margana 1 , Heru Wibowo 2 1 Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia. 2 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Kebangsaan. Korespondensi: marganaseptian@ymail.com Abstrak Agama islam merupakan agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia. Namun kualitas spiritual masyarakat di Indonesia khususnya di kota-kota besar berbanding terbalik dengan kuantitas pemeluk agama islam tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman, modernisasi yang terjadi di masyarakat mengakibatkan perubahan pola hidup dan moral. Hal ini memiliki dampak yang lebih besar terhadap generasi muda yang memiliki karakter yang dinamis. Namun tidak semua generasi muda terkena dampak yang negatif dari perkembangan zaman. Kesadaran tentang nilai- nilai agama mulai meningkat pada generasi muda. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya komunitas remaja muslim yang aktif menghadiri dan mengadakan kegiatan keagamaan maupun kegiatan yang bersifat kemanusiaan. Namun fasilitas pendukung kegiatan remaja muslim masih kurang memadai akibat dari peran masjid yang mulai mengerucut menjadi hanya memiliki fungsi ibadah saja sedangkan generasi muda muslim perlu diberikan fasilitas penunjang aktifitas yang positif. Oleh karena itu diperlukan suatu wadah atau pusat komunitas dalam konteks perilaku yang berlandaskan islami yang dapat memperkuat spiritual, Pendidikan, social, dan budaya generasi muda islam sehingga dapat menjadi komunitas yang mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. Kata-kunci : Kualitas, generasi muda, Arsitektur , Perilaku, Komunitas. Pendahuluan Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam. Pemeluk agama islam tersebut terdiri dari berbagai macam usia mulai dari usia balita hingga usia lanjut. Pada saat ini fenomena umat muslim khususnya umat muslim berusia muda sedang mengalami peningkatan kesadaran beragama, mulai dari meningkatnya aktifitas keagamaan seperti kajian islami, pendidikan agama islam dan Al-quran, bahkan sampai kepada penerapan gaya hidup yang islami. Peningkatan kesadaran tersebut diakibatkan oleh perubahan zaman yang semakin modern sehingga penyebaran ilmu dan informasi sangat cepat. Berbagai aspek seperti media sosial dan media elektronik sangat mempengaruhi peningkatan kesadaran beragama khususnya untuk umat muslim berusia muda yang sangat erat dengan teknologi. Seiring dengan meningkatnya kesadaran beribadah mengakibatkan banyaknya perbedaan pendapat tentang syariat beragama islam. Hal tersebut membuat komunitas muslim berusia muda seakan terkotak-kotakkan antara komunitas satu sama lain. Selain itu masih banyaknya generasi muda yang belum mengenal agama islam dengan baik cenderung enggan untuk mengikuti aktifitas keagamaan. Kecenderungan masyarakat yang melarang anak-anak untuk pergi ke masjid karena masyarakat beranggapan bahwa anak-anak mengganggu aktifitas beribadah juga mengakibatkan generasi pener us merasa asing