1 KAJIAN TAFSIR AL-QURAN AL-KARIM KARYA MAHMUD YUNUS Matsna Afwi Nadia MIAT A/22205031003 Pendahuluan Makalah ini menjelaskan tentang aspek akademik dari tafsir Mahmud Yunus yang diberi nama Tafsir Al-Qur’an al-Karim. Tafsir ini merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Ia berani memperkenalkan pemakaian huruf latin untuk terjemahan dan tafsir Al-Qur’annya. Adapun aspek akademik dalam karya tafsir Mahmud Yunus ini meliputi corak ilmiah, corak sosial dan corak intelektual. Corak ilmiah dalam penafsirannya merupakan sebuah corak baru yang dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang sedang berkembang, sehingga penafsirannya terkesan menegaskan dan menunjukkan hubungan yang erat antara Al-Qur’an dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mana hal ini menjadi ciri utama pemikiran modern. Adapun corak sosial dan corak intelektual lebih ditunjukkan Mahmud Yunus melalui penggunaan unsur ungkapan umum, maupun tradisi, adat dan fenomena sosial budaya dalam penafsirannya. A. Biografi Mahmud Yunus 1. Riwayat Hidup dan Pendidikan Mahmud Yunus lahir pada hari Sabtu di Sungayang, Batusangkar, Sumatra Barat, tanggal 10 Februari 1899 M bertepatan dengan 30 Ramadan 1316 H. Ayahnya bernama Yunus bin Incek, pengajar di surau. Ibunya bernama Hafsah binti Imam Samiun. Kakek Ibunya yaitu Engku Gadang M. Tahir bin Ali, merupakan seorang pendiri dan pengasuh surau di wilayah tersebut. 1 Selain mengajar di surau dan menjadi imam dengan sebutan Imam Nagari, ayah Mahmud Yunus berasal dari suku Mandailing. Ia juga bekerja sehari-hari sebagai petani. Adapun sang ibu buta huruf karena tidak pernah mengenyam pendidikan di desanya, memiliki panggilan Posa dari suku Chaniago, dan pekerjaan hariannya menenun kain tradisional Minangkabau. 2 Mahmud Yunus sejak kecil mulai belajar Al-Qur’an pada kakeknya. 1 Saiful Amin Ghofur, Profil Para Mufasir Al-Qur’an (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008). 2 Arif Iman Mauliddin, Unsur Lokal Dalam Tafsir Al-Qur’an Karim Karya Mahmud Yunus (Yogyakarta: Tesis Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, 2019).