JURNAL RISET MANAJEMEN, Vol. 8 No. 2 (Juli 2021) 73 JURNAL RISET MANAJEMEN Vol. 8, No. 2, Juli 2021, 73 - 84 https://doi.org/10.32477/jrm.v8i2.295 Online ISSN : 2624-492X Print ISSN : 2355-9381 MODEL PENGELOLAAN JURNAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS ARTIKEL (STUDI PADA JURNAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: MEDIA PEMIKIRAN DAN DAKWAH PEMBANGUNAN Rahadiyand Aditya dan Ahmad Izudin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta rahadiyand.aditya@uin-suka.ac.id, ahmad.izudin@uin-suka.ac.id Abstract This study aims to determine the strategy of the Journal of Community Development of Thought Media and Development Da'wah in improving the quality of its articles. The research method in this article uses a qualitative descriptive approach with purposive sampling as a technique for withdrawing the informants. This research uses interviews and documentation studies in data collection. The results of this study are grouped into two parts, namely strategies to improve the ability of journal managers to operationalize OJS, and strategies to improve the quality of articles. Field findings show that training is carried out by bringing in experts, participating in training conducted by the Faculty Journal House and also the University Journal House, as well as several other similar trainings. The second group is the strategy to improve the final quality. There are three things, namely forming a team with clear job descriptions, giving rewards and punishments for the success of the achievements obtained by the journal. The last one is the participation of journal managers in training. Keywords: Strategy, Increase, Article Quality PENDAHULUAN Indonesia pada tahun 2019 menurut Nasir akan menjadi negara dengan publikasi ilmiah internasional tertinggi di ASEAN (Oebaidillah, 2018), Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak sehingga menjadi peluang Indonesia berjaya untuk publikasi ilmiah yang lebih banyak. Data menunjukan bahwa jurnal ilmiah di Indonesia saat ini menurut Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) sebanyak 51.158 jurnal yang sudah memiliki ISSN (Mutiul Alim, 2018). Angka tersebut jauh diatas standar kebutuhan jurnal (7800-8000 jurnal) yang seharusnya ada di Indonesia. Meskipun Indonesia telah memiliki banyak jurnal yang sudah terdaftar ISSN, akan tetapi jurnal ilmiah yang dibutuhkan sebenarnya adalah jurnal yang sudah terakreditasi. Pada tahun 2019 Indonesia ‘baru’ memiliki 2.720 jurnal yang sudah terakreditasi (Admin, 2019) atau Indonesia baru memenuhi sebesar 34 % dari kebutuhan minimal jurnal ilmiah terakreditasi. Kemenristek-Dikti di bawah Direktur Jenderal Penguatan Penelitian dan Pengembangan pada tahun 2016 menciptakan sistem informasi penelitian berbasis website, atau lebih dikenal dengan istilah SINTA (Science and technology Index). SINTA menciptakan sistem akreditasi jurnal dan membaginya menjadi enam klaster antara lain Peringkat pertama nilainya minimal 85 sampai 100 (S1), peringkat kedua nilai minimal 70(S2), peringkat ketiga minimal 60(S3), peringkat keempat minimal 50(S4), peringkat kelima minimal 40(S5), dan peringkat keenam minimal 30(S6) (Admin, 2016).