Communnity Development Journal Vol.3, No. 1 Februari 2022, Hal.82-85 P-ISSN 2721-4990 | E-ISSN 2721-5008 82 PENGENALAN DAN PELATIHAN MEDIA SOSIAL KEPADA PELAKU HOME INDUSTRI SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN BAILANG KOTA MANADO Sangputri Sidik 1 , Siti Fathimah 2 , Awaluddin Hasrin 3 1,2,3) Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Manado e-mail: putrisidik@unima.ac.id Abstrak Pelaku home industry cenderung kurang update dalam mempromosikan hasil kerajinannya, sehingga dalam hal pemasaran hanya diseputaran lingkungannya saja. Jika dioptimalkan teknik pemasaran hasil produk kerajinan ini mampu meningkatkan omset penjualan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga ibu-ibu pelaku home industry. Terlebih lagi di masa pandemi covid 19 yang mewajibkan masyarakat untuk membatasi aktivitas diluar rumah. Dengan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat membuat para pelaku home industry semakin terpuruk dalam hal pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pengenalan media sosial yang mencakup beragam media sosial yang dapat dimanfaatkan dalam mempromosikan hasil produk kerajinan home industry kepada ibu-ibu pelaku home industry, kemudian melakukan pelatihan langsung guna menunjang kemampuan mengoperasikan media sosial. Kegiatan ini berdampak positif bagi para pelaku home industry di Kelurahan Bailang, Kota Manado, karena selama ini mereka hanya mempromosikan hasil produknya melalui mulut ke mulut atau hanya lewat toko kelontong yang dibuat sekedarnya. Setelah mengikuti pelatihan ini terdapat peningkatan pengetahuan pada penggunaan media sosial dan peningkatan keterampilan serta menambah wawasan dalam rangka meningkatkan penjualan dan tentunya meningkatkan pendapatan bagi pelaku home industry. Kata kunci: Media Sosial, Home Industry, Pandemi Covid-19 Abstract The home industry entrepreneur tends not to update in promoting their handicrafts, so that in terms of marketing it is only around the environment. If the marketing techniques for these handicraft products are optimized, they can increase sales turnover and improve the economic welfare of the families of home industry players. Especially during the COVID-19 pandemic, which requires people to limit activities outside the home. With the policy of limiting community activities, the home industry players are getting worse in terms of marketing. This community service activity is carried out with the indroduction of social media methods the include a veriety of social media that can be used in promoting home industry hanicraft products to home industry, then conducting direct training to support the ability to operate social media. This activity has a positive impact on home industry players in Bailang Village, Manado City, because so far they have only promoted their products through word of mouth or only through small grocery stores. After participating in this training, there is an increase in knowledge on the use of social media and an increase in skill as well as adding insight in order to increase sales and of course increase income for home industry entrepreneur. Keywords: Social Media, Home Industry, Pandemic Covid-19 PENDAHULUAN Di era teknologi ini, semua aspek kehidupan tidak bisa terlepas dengan yang namanya teknologi, mulai dari industri hingga Pendidikan (Salem dkk. 2021). Begitu juga dengan dunia wirausaha, tentunya dengan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan omset penjualan, mulai dari produksi hingga ke pendistribusiannya (Widyaningrum dkk. 2020). Contohnya saja dalam pendistribusian hasil produk dengan mengenalkan teknologi informasi komunikasi, tentunya dengan memasarkannya secara online dapat menjangkau seluruh kalangan kelompok masyarakat, dari yang terdekat hingga ke seluruh penjuru dunia. Hal ini seolah gayung bersambut di tengah hiruk pikuknya pandemi COVID 19, yang mengakibatkan lumpuhnya perekonomian masyarakat di seluruh pelosok tanah air akibat kebijakan PSBB dan penerapan protokol kesehatan mengenai work from home dan social distancing. Hal ini sesuai dengan temuan