Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6, No. 1 Januari 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10.36312/ jisip.v6i1.2876/http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index 3502 | Memahami Kearifan Lokal Masyarakat Minahasa, sebagai Upaya Membangun Harmonisasi Kehidupan Sosial Masyarakat (Abdul Rasyid Umaternate) Memahami Kearifan Lokal Masyarakat Minahasa, sebagai Upaya Membangun Harmonisasi Kehidupan Sosial Masyarakat Abdul Rasyid Umaternate 1 , Siti Fathimah 2 , Awaluddin Hasrin 2 , Sangputri Sidik 4 Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Manado, Tondano, Indonesia 1234 Article Info Abstract Article history: Received : 13 Januari 2022 Publish : 20 Januari 2022 This study aims to identify the local wisdom of the Minahasa community. Local wisdom is an important part and has been rooted in society. This study uses a qualitative approach with data collection methods by observation and in-depth interviews. The results of the study show that there is local wisdom of the Minahasa community of Maesa-esa'an, Mangenang-puddle, Masawang- sawangan, Matombo- Kuncian, Malinga-lingaan, Mapalus, and Maleo-leosa. This local wisdom still exists in the Minahasa community. However, only parents understand, so efforts are needed to maintain this local wisdom. Keywords: local wisdom, Harmonisasi, Minahasa. Info Artikel ABSTRAK Article history: Diterima: 13 Januari 2022 Terbit: 20 Januari 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan local masyarakat Minahasa. Kearifan local merupakan suatu bagian penting dan telah mengakar dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif dengan metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukankan bahwa terdapat kearifan local masyarakat minahasa Maesa-esa’an, Mangenang-genangan, Masawang-sawangan, Matombo- tombolan, Malinga-lingaan, Mapalus, dan Maleo-leosa. Kearifan lokal tersebut masih eksis di masyarakat Minahasa. Namun hanya kalangan orang tua yang memahami, sehingga dibutuhkan upaya untuk mempertahankan kearifan local tersebut. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi- BerbagiSerupa 4.0 Internasional Corresponding Author: Abdul Rasyid Umaternate 1 Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Manado, Tondano, Indonesia 1234 Email: rasyidumaternate@unima.ac.id 1. PENDAHULUAN Tema kearifan lokal (local wisdom) telah menjadi topik yang banyak diperbincangakan oleh banyak kalangan. Mengkaji kearifan local suatu msyarakat memiliki daya tarik sendiri tidak hanya pada aspek social budaya, namun juga pada aspek pembangunan, ekonomi, pariwisata, dan sebagainya. Jika maknai kearifan lokal berarti kebijakan setempat setempat (local wisdom) yang berisi tentang cara atau aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat local dalam menjalani kehidupan sehari-hari (Njatrijani, 2018). Kearifan local juga disebut sebagai sebuah identitas budaya bangsa yang menyebababkan bangsa tersebut mampu mneyerap dan mengelolah kebudayaan asing sebagai watak dan kemampuan sendiri (Sartini, 2004). Kearifan local berupa gagasan-gagasan masyarakat local/ setempat berisikan tentang nilai kebijaksanaan, nilai kearifan, yang mengakar dan tertanam dan memnjadi tuntunanan anggota masyarakat (Abbas, 2013). Kearifan local dapat dipandang sebagai suatu system social dan komunikatif yang dapat menghasilkan cara pengorganisasian dari manusia dalam lingkungan sosialnya (Pesurnay, 2018). (Thamrin, 2013), menejelaskan pengetahuan lokal mewujud dalam aturan-aturan, pengetahuan dan juga keterampilan. Tata nilai dalam mengatur kehidupan social masyarakat