TURBO Vol. 10 No. 1. 2021 p-ISSN: 2301-6663, e-ISSN: 2477-250X Jurnal Program Studi Teknik Mesin UM Metro URL: http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo 8 Analisis karakteristik aerodinamika telescopic wing dengan konfigurasi sayap flying wing dan glider menggunakan metode pendekatan simulasi CFD Azhim Asyratul Azmi 1* , Satriawan Dini Hariyanto 2 , Arif Hidayat 3 1 Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,Indonesia 2 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi AKPRIND Jl. Kalisahak No.28 Kompleks Balapan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 3 Program Studi D3 Teknik Mesin, Politeknik LPP Jl. LPP No.1 Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia *Corresponding author: azhim.asyratul.azmi@gmail.com Abstract A telescopic wing is a shape-changing method of the aircraft wing known as the morphing wing system. Wingspan extends capability on telescopic wing increasing the aspect ratio to get a high lift force. The telescopic wing on a flying wing configuration as an external wing and glider wing as an internal wing can be used to increase the coefficient lift (C L ) when carrying out special missions. The aerodynamic characteristics using the Computational Fluid Dynamic (CFD) simulation approach is presented. For the 40% internal wingspan, the highest C L increment was 12.9% at a 10 o angle of attack. For the 50% internal wingspan, the highest C L increment was 14.9% at a 10 o angle of attack. on the 40% internal wing, the highest coefficient drag (C D ) increment was 4.7%, and the largest C D increment on 50% internal was 9.5% at the angle of attack of 20 o . The pressure distribution along the internal wingspan was uneven from an angle of attack of 15 o due to the wing tip vortices of the external wing. Streamline pattern shown a bubble separation from the leading edge at an internal wing root by external wing tip vortices. Keywords: Morphing wing, telescopic wing, flying wing, glider Abstrak Telescopic wing adalah salah satu metode dari perubahan bentuk sayap pesawat atau yang dikenal dengan morphing wing system. Pada telescopic wing, wingspan memanjang menjadi ukuran tertentu untuk meningkatkan gaya angkat. Teleskopic wing dengan konfigurasi flying wing sebagai sayap eksternal serta sayap glider sebagai sayap internal dapat digunakan untuk meningkatkan nilai coefficient lift (C L ) ketika menjalankan misi tertentu. Karakteristik aerodinamika telah dikaji menggunakan pendekatan simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD). Pada penelitian ini diperoleh bahwa peningkatan nilai C L tertinggi untuk sayap internal 40% adalah sebesar 12,9% pada sudut serang 10 o . Sedangkan pada sayap internal 50%, peningkatan nilai C L tertinggi yaitu 14,9% pada sudut serang 10 o . Peningkatan nilai coefficient drag (C D ) terjadi siring kenaikan sudut serang. Kenaikan nilai C D terbesar pada sayap internal 40% adalah sebesar 4,7% sedangkan pada sayap internal 50% kenaikan C D terbesar yaitu 9,5% pada sudut serang 20 o . Distribusi tekanan sepanjang wingspan pada sayap internal tidak merata mulai dari sudut serang 15 o akibat dari wing tip vortices sayap eksternal. Wing tip voritces pada menyebabkan bubble separation pada leading edge yang terlihat dari pola streamline. Kata kunci: Morphing wing, telescopic wing, flying wing, glider Pendahuluan Telescopic wing adalah salah satu metode dari perubahan bentuk sayap pesawat atau yang dikenal dengan morphing wing system [1]. Beragam jenis sistem morphing wing telah banyak dikembangkan,