p-ISSN: 2598-1218 Volume 5 Nomor 7 Tahun 2022 e-ISSN: 2598-1226 DOI : 10.31604/jpm.v5i7.2502-2514 MARTABE : Jurnal Pengabdian Masyarakat│2502 PELATIHAN PENYUSUNAN LESSON PLAN HIGHER– ORDER THINKING SKILLS BAGI GURU GMIT DI KLASIS MOLLO TIMUR Jusuf Blegur, Lukas Manu, Melkias A. Manggoa, Paulus Tnunay Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana jusufblegur@ukaw.ac.id Abstract The lesson plan must embody a learning experience that maximizes students’ initiative and potential, both from the cognitive, attitude, and psychomotor aspects (HOTS–based). The polemic is that teachers still have difficulties compiling HOTS lesson plans such as Project –Based Learning, Problem–Based Learning, and Scientific Learning. Therefore, this service aims to train teachers to develop HOTS–based lesson plans. The method used is a scientific approach (observing the presentation of material and studying lesson plans, asking for gaps in the indicators for the preparation of the HOTS lesson plan, and trying to develop a HOTS lesson plan, associating or reasoning with the formulation of the HOTS lesson plan with the development potential high–quality students, and communicate or present and discuss lesson plan products). The training participants are GMIT teachers in Klasis Mollo Timur, totaling 14 people. This service increased participants’ knowledge about the preparation of lesson plans, and the participants succeeded in producing lesson plans that accommodated the HOTS indicators well. However, the most significant obstacle when participants compose a HOTS lesson plan is formulating a student’s HOTS assessment. Participants must always and actively upgrade their competencies through various platforms, such as seminars, training, clinics, and many more. Keywords: Lesson plan HOTS, higher order thinking skills, analytical thinking.. Abstrak Lesson plan haruslah mengejewantahkan pengalaman belajar yang memaksimalkan prakarsa dan potensi siswa, baik dari aspek kognitif, sikap, maupun psikomotor (berbasis HOTS). Polemiknya, guru masih kesulitan ketika menyusun lesson plan HOTS seperti Project–Based Learning, Problem–Based Learning dan Scitific Learning sehingga pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru menyusun lesson plan yang berbasis HOTS. Metode yang digunakan ialah pendekatan ilmiah (mengamati pemaparan materi dan telaah lesson plan, menanya kesenjangan indikator pernyusunan lesson plan HOTS, mencoba menyusun lesson plan HOTS, mengasosiasi atau menalar rumusan lesson plan HOTS dengan pengembangan potensi siswa berkualitas tinggi, dan mengomunikasi atau mempresentasikan serta mendiskusikan produk lesson plan). Peserta pelatihan merupakan guru GMIT di Klasis Mollo Timur yang berjumlah 14 orang. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang penyusun lesson plan serta peserta berhasil memproduksi lesson plan yang mengakomodasi indikator HOTS dengan baik. Kendati demikian, kendala yang paling signifikan saat peserta menyusun lesson plan HOTS ialah merumuskan penilaian HOTS siswa. Peserta harus selalu dan aktif meng–upgrade kompetensinya melalui berbagai platform, seperti seminar, pelatihan, klinik, dan sebagainya. Kata kunci: Lesson plan HOTS, kemampuan berpikir tingkat tinggi, berpikir analitis.