INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi https://journal.literasisains.id/index.php/INSOLOGI ISSN 2828-4984 (Media Online) | ISSN 2828-4992 (Media Cetak) Vol. 1 No. 2 (April 2022) 87-95 DOI: 10.55123/insologi.v1i2.229 Diterima Redaksi: 07-04-2022 | Selesai Revisi: 17-04-2022 | Diterbitkan Online: 28-04-2022 Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) 87 Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Kemandirian Keluarga Dalam Merawat Penderita TB di Wilayah Kerja Puskesmas Lembang Muh Fauzar Al-Hijrah 1 , Muhammad Irwan 2* , Hilmawati 3 , Rika Kurnia Kandacong 4 , Sherly Rudianti Batter 5 1,4,5 Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Sulawesi Barat, Majene, Indonesia 2*,3 Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Sulawesi Barat, Majene, Indonesia Email: Muhfauzar@unsulbar.ac.id Abstract In 2014, the highest number of cases of pulmonary TB were in Africa (37%), Southeast Asia (28%), and the Eastern Mediterranean region (17%). In West Sulawesi (2016) the number of new cases of positive and active BTA pulmonary TB as many as 1,240 patients, the most cases are men, namely, 771 (62%) while women 469 (38%). BTA positive pulmonary tuberculosis coverage is cured, complete treatment, and treatment success rate by province in 2016, treatment success 1,077 with successful treatment as much as 84.8. This study aims to find out the relationship of health education to the level of family independence in caring for tb sufferers. The type of research used is observational analytical research using cross sectional research designs. The research was conducted in the Lembang Majene Health Center Work area. A sample of 33 people. Fisher's Exact Test result was obtained a value of P = 0.000 (<0.05). Then it can be concluded that there is a relationship between knowledge and the level of family independence in caring for TB sufferers. It is expected to puskesmas officers to socialize home care nursing (home visits) and further improve the quality of service to people with Pulmonary TB, especially in terms of drug taking schedules. Keywords: Health Education, Family Independence, Tuberculosis Abstrak Pada tahun 2014, jumlah kasus TB paru terbanyak berada pada wilayah Afrika (37%), wilayah Asia Tenggara (28%), dan wilayah Mediterania Timur (17%). Di Sulawesi Barat (2016) jumlah kasus baru TB paru BTA Positif dan aktif sebanyak 1.240 penderita, kasus terbanyak adalah laki – laki yakni, 771 (62%) sedangkan perempuan 469 (38%). Cakupan tuberkulosis paru BTA positif sembuh, pengobatan lengkap, dan angka keberhasilan pengobatan menurut provinsi tahun 2016, keberhasilan pengobatan 1.077 dengan keberhasilan pengobatan sebanyak 84,8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita TB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Lembang Majene. Sampel sebanyak 33 orang. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai P= 0,000 (<0,05) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita TB. Diharapkan kepada petugas Puskesmas untuk mensosialisasikan home care nursing (kunjungan rumah) dan lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada penderita TB Paru terutama dalam hal jadwal pengambilan obat Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Kemandirian Keluarga, TBC 1. PENDAHULUAN Penyakit TBC muncul kembali ke permukaan dengan meningkatnya kasus TBC di negara-negara maju atau industri pada tahun 1990. Pada tahun 2007, di seluruh dunia terdapat 8 juta kasus terinfeksi dan 3 juta kasus meninggal. TBC umumnya menyerang