JURNAL TEKNIK ITS Vol. 8, No. 1, (2019) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D10 Abstrak— Sistem rangka bresing merupakan salah satu pilihan untuk perencanaan gedung baja tahan gempa. Sistem tersebut adalah salah satu pilihan yang lebih mudah untuk diaplikasikan di Indonesia dikarenakan ketersediaan bahannya yang mudah didapat. Sistem rangka bresing eksentris merupakan modifikasi dari bresing konsentris, dimana bagian yang harus leleh adalah bagian link sehingga untuk memastikan terjadinya pelelehan pada bagian tersebut menjadi lebih mudah. Gedung Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon akan direncanakan ulang dengan menggunakan struktur baja beton komposit Concrete- Filled Steel Tube atau CFT dengan sistem penahan lateral bresing eksentris atau eccentrically braced frames (EBF) dengan sistem yang memiliki ketinggian 20 lantai dan 1 basement. Konfigurasi yang digunakan adalah Two-Story-X- Braced. Perencanaan akan memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan 1729:2015, SNI 03-1729-2002, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, dan SNI 1727:2013. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu: tebal pelat lantai dan atap dengan menggunakan bondek ialah 10 cm, dimensi balok induk WF 600×300×14×23, panjang elemen link 200 cm dengan dimensi WF 500×200×9×14, dimensi bresing WF 500×200×11×19, dimensi kolom CFT 700×700×40. Perencanaan bangunan bawah menggunakan dinding penahan dengan tipe cantilever wall beton dan pondasi menggunakan tiang pancang beton dengan diameter 80 cm dan kedalaman 28 meter. Dimensi sloof 30/40. Kata Kunci—Baja Daktail, Eccentrically-Braced Frames, Concrete-Filled Steel Tube. I. PENDAHULUAN ING of Fire, atau yang biasa disebut Lingkaran Api Pasifik adalah sebuah kawasan yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Indonesia sendiri berada di jalur gempa teraktif di dunia karenadikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Kondisi geografis tersebut menjadikan Indonesia sebagai sebuah wilayah yang memiliki tingkat aktivitas gempa bumi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan struktur bangunan yang tahan gempa. Maksud dari tahan gempa adalah: struktur bangunan tidak boleh mengalami kerusakan jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan ringan, Jika terjadi gempa bumi berkekuatan sedang atau menengah kerusakan struktur boleh terjadi terbatas pada kerusakan ringan dan dapat diperbaiki. Sedangkan jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar bangunan tidak boleh roboh, meskipun sudah mengalami kerusakan yang parah; sehingga korban jiwa manusia dikurangi meskipun terjadi kerusakan dan kerugian material. Gedung Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon merupakan gedung yang akan dibangun di Surabaya. Gedung tersebut pada awalnya didesain dengan menggunakan struktur beton bertulang konvensional dan akan dimodifikasi menjadi baja komposit tipe Concrete-Filled Steel Tube (CFT) pada kolomnya dan juga menggunakan bresing tipe Eccentrically Braced Frames (EBF) dengan modelnya sendiri Two Story X-Braced. Struktur komposit merupakan struktur yang terdiri dari dua material atau lebih dengan sifat bahan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan sehingga menghasilkan sifat gabungan yang lebih baik, sehingga akan menghasilkan desain profil/elemeyang lebih ekonomis. Struktur komposit pada aplikasinya merupakan elemen dari bangunan itu sendiri, baik sebagai kolom, balok ataupun pelat [1]. Untuk gedung tinggi, ukuran dari kolom komposit seringkali jauh lebih kecil dari yang diharuskan untuk kolom beton bertulang untuk menahan beban yang sama. Hasil yang didapat dari desain komposit adalah bisa menghemat area lantai. Dalam struktur komposit terdapat 2 tipe kolom komposit yaitu tabung atau pipa baja yang dicor beton (Concrete-Filled Steel Tube (CFT)) dan baja profil yang diselimuti beton dengan tulangan longitudinal dan diikat dengan tulangan lateral. Untuk perencanaan ini, tipe struktur kolom komposit yang digunakan adalah tipe Concrete-Filled Steel Tube atau CFT. CFT merupakan struktural komposit yang terdiri dari tabung baja dan beton pengisi. Komposit struktur ini mengoptimalkan kontribusi kedua komponen dengan meningkatkan efisiensi geometris mereka dan menggabungkan kekuatan yang melekat dari keduanya. Dinding pengisi beton dibatasi oleh tabung baja, sehingga dalam keadaan triaksial kompresi dapat meningkatkan kekuatan dan kapasitas regangan beton. Pengisian beton pada baja perimeter secara optimal, dapat menunda terjadinya local-global buckling tabung. Struktur ini mudah dan cepat dibangun dan menghasilkan kompresi yang signifikan [2]. Gedung Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon akan direncanakan ulang dengan menggunakan kolom komposit tipe Concrete-Filled Steel Tube atau CFT dengan sistem penahan lateral bresing eksentris (EBF) dikarenakan Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Grand Dharmahusada Lagoon Menggunakan Struktur Komposit Baja Beton CFT dengan Sistem Rangka Bresing Eksentris Tipe Two-Story-X Braced Pelangi S. Maharani, dan Faimun Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kebumian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 60111 Indonesia e-mail: faimun@ce.its.ac.id R