Jurnal Pendidikan, Vol.9, No.1, Januari 2021 ISSN: 2337-7607 e-ISSN: 2337-7593 40 Interferensi Frasa Bahasa Lio Dialeg K Kedalam Penggunaan Bahasa Indonesia di Pasar Maurole Kabupaten Ende Idris Mboka 1 , Andi Irfan 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kupang Idris.mboka@yahoo.com Abstrak: Penggunaan dua bahasa atau lebih oleh suatu masyarakat tutur menyebabkan penyimpangan, baik secara morfologis, sintaksis, fonologi bahkan semantis. Penyimpangan ini akan menimbulkan terjadinya suatu kejadian bahasa yang dikenal dengan interferensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interfrensi frasa bahasa Lio Dialeg H kedalam Bahasa Indonesia di pasar Maurole Kabupaten Ende. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interferensi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa interferensi diantaranya: Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia oleh penjual dan pembeli di pasar Maurole mengalami interferensi frasa bahasa Lio dialek-K. Adapun bentuk-bentuk interferensi yang dapat disimpulkan diantaranya: (a) Interferensi Frasa verba dengan struktur frasa (V+Adv) pada frasa beli sudah. Selain itu, terdapat struktur frasa verba+verba pada frasa beli kasi yang tergolong dalam bentuk polimerfemis. Sedangkan struktur frasa verba dalam bahasa Indonesia seharusnya menggunakan bentuk kata sudah + beli (Adv+V); (b) Interferferensi dalam bentuk frasa adverbial. Dalam struktur bahasa Lio dilek K ditemukan frasa (Adj+Adv) dalam kata kurang bisa. Sedangkan struktur frasa verba bahasa Indonesia seharunya digunakan dalam bentuk kata bisa + kurang (Adv+Adj); (c) Interferensi dalam bentuk frasa ajektifa. Struktrur frasa adjektiva dalam bahasa Lio dialek K adalah (Adj+Noun) pada kata besar + ikan cakalan. sedangkan struktur frasa adjektiva bahasa Indonesia adalah ikan cakalang + besar (Noun+Adj); (d) Interferferensi dalam bentuk frasa numberelia. Struktrur frasa numeralia dalam bahasa Lio dialek K adalah (Noun+numeralia) dengan kata ikan tujuh ekor, sedangkan struktur frasa numeralia bahasa Indonesia adalah tujuh + ekor ikan (Numeralia+Noun). Kata Kunci: Interferensi; Frasa; Bahasa Lio Dialek K Abstract: The usage of two or more languages by a speech community will produce deviation, either morphologically, syntactically, phonology and even semantically. This deviation will trigger a language case known as interference. This study aimed at describing the form of Lio Language phrase “K” dialect on Indonesian language in Maurole market, Ende Regency. Interference theory was used on this study. The study showed that Indonesian language consumption in the Maurole market experiences interference of Lio Language phrase “K” dialect. There were forms of interference founded: (a) Interference of verb with phrase structure “V + Adv” in the phrase “beli sudah”. There is also a phrase structure (V + V) in the phrase “beli kasi” which is categorize as a polymorphemic form. Grammatically, Indonesian verb phrases should be “sudah + beli” (Adv + V); (b) brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Scientific & Charity Journal UNIMUDA (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)