521 Perkembangan S-Select dan C-Select dalam Kalimat Anak Usia 49 Tahun Ahsani Maulidina 1 , Syukur Ghazali 1 , Nurchasanah 1 1 Pendidikan Bahasa Indonesia-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 15-09-2019 Disetujui: 20-04-2020 Abstract: The development of a child’s sentences is influenced by the development of his age. The development of a child’s sentences is seen based on the suitability of the word selection with the meaning between predicate and argumen (s-select) and suitability of the categorial selection with the sentence element function between predicate and argumen (c-select). This study aims to describe the development of s- select and c-select in sentences of children 49 years old. This research uses qualitative approach. This research type is cross-sectional. Data in this research are children’s sentences containings-select and c-select from children utterances 49 years old. There are 3 research result from s-select sentences (1) children aged 48 years mastering 11 theta roles and children aged 9 years 13 theta roles, (2) there are 4 kinds of s-select sentences based on the number of the theta roles present, and (3) there are 3 theta roles that can occupy in external arguments, 3 theta roles in internal arguments, 6 theta roles in complement, and 6 theta roles in adjunct. There are 2 research result from c-select sentences (1) child sentences are developed with lexical core V, N, Adj, Num. and Prep and (2) External and internal arguments with categories FN, FN with adjunct, FN coordination, complement with categories FN, FN with adjunct, FN coordination, FA, FV, FNum, and FPrep, and adjunct categorized as FN, FA, and FPrep in sentences with FV predicate, while the other four sentences with FN and FPrep as adjunct. Abstrak: Perkembangan kalimat anak dipengaruhi perkembangan usianya. Perkembangan kalimat anak dilihat dari kesesuaian pemilihan kata dengan makna antara predikat dengan argumennya (s-select) dan kesesuaian pemilihan komponen kategori frasa dengan fungsi unsur kalimat antara predikat dengan argumennya (c- select). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan s-select dan c- select dalam kalimat anak usia 49 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional research (lintas-seksi). Data penelitian ini adalah kalimat anak yang mengandung s-select dan c-select yang bersumber dari tuturan anak usia 49 tahun. Hasil penelitian perkembangan kalimat secara s-select ada tiga, yaitu (1) anak usia 48 tahun menguasai 11 peran theta dan anak usia 9 tahun 13 peran theta, (2) ada empat macam s-select kalimat berdasarkan jumlah peran theta yang hadir, dan (3) ada tiga peran theta yang dapat menduduki argumen luar, tiga peran theta pada argumen dalam, enam peran theta pada komplemen, dan enam peran theta pada keterangan tambahan. Hasil penelitian perkembangan kalimat secara c-select ada dua, yaitu (1) kalimat anak dikembangkan dengan inti leksikal V, N, Adj, Num, dan Prep dan (2) argumen luar dan dalam dengan kategori FN, FN berpenjelas dan FN koordinasi, komplemen dengan kategori FN, FN berpenjelas, FN koordinasi, FV, FA, FNum, dan FPrep, dan keterangan tambahan berkategori FN, FA, dan FPrep pada kalimat berpredikat FV, sedangkan keempat kalimat berpredikat yang lain berkategori FN dan FPrep pada keterangan tambahannya. Kata kunci: C-select; S-select development of c-select; development of s-select; child sentences; children 49 yearsold S-select; C-select; perkembangan c-select; perkembangan s-select; kalimat anak; anak usia 49 tahun Alamat Korespondensi: Ahsani Maulidina Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: ahsanimaulidina@gmail.com Kalimat anak mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kalimat orang dewasa, yaitu luwes, dinamis, dan diatur oleh kaidah tertentu. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa anak berada dalam tahap mengaktifkan kemampuan untuk mempelajari kaidah kalimat yang berlaku di lingkungannya. Proses memahami kaidah kalimat dilakukan secara alami, bertahap, dan tidak diajari. Proses pemerolehan bahasa pada anak terjadi secara alamiah dan tidak disadari (Arsanti, 2014; Hutauruk, 2015). Artinya, anak tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami pemerolehan bahasa, baik dari proses ataupun hasilnya. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 5 Nomor: 4 Bulan April Tahun 2020 Halaman: 521536