HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN DAN KEPUASAN KERJA GURU DENGAN PERFORMANS MENGAJAR GURU SDN DI DAERAH TERPENCIL Holten Sion 1 Abstract: This study investigated the relationship between the variables of commitment and job satis- faction and teaching performance. The study involved 103 primary school teachers working in isolated regions of Gunung Mas regency, Central Kalimantan. Using correlational designs, the study found that commitment and job satisfaction are cantly related to teaching performance. Kata kunci: komitmen, kepuasan kerja, performans mengajar. 1 Holten Sion (e-mail: holten_sion@yahoo.com) adalah dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya, Kampus UNPAR Tanjung Nyaho Jl.Yos Sudarso Palangka Raya. 51 Salah satu faktor yang sangat menentukan keberha- silan pendidikan di sekolah dasar adalah guru. Pen- tingnya peranan guru dikemukakan oleh Kusuma- admadja (1984) yang mengatakan bahwa baik dan lengkapnya pengaturan kurikulum, metode pengajar- an, dan sarana pendidikan lainnya tidak menjamin pelaksanaan pendidikan karena kunci keberhasilan sangat ditentukan oleh guru sebagai pelaksana. Sehubungan dengan pernyataan di atas, Adler (1992) mengatakan bahwa guru ialah unsur manusia- wi yang sangat menentukan keberhasilan pendidik- an, sebab guru sangat dekat hubungannya dengan anak didik di sekolah. Pendapat tersebut sejalan de- ngan pernyataan Zahera (1997) yang mengatakan bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan harus mendapat prio- ritas yang besar. Hal ini disebabkan guru itu sendiri merupakan “darah kehidupan” lembaga sekolah (Man- tja, 2000). Guru di dalam pelaksanaan tugasnya se- lalu dipengaruhi oleh kondisi-kondisi kemanusiaan yang umumnya dimiliki manusia. Kondisi-kondisi yang dimaksud antara lain adalah “komitmen dan kepuasan kerja”. Berkaitan dengan komitmen, Mathis dan Jack- son (2000) menyatakan bahwa tenaga kerja yang mempunyai komitmen tinggi pada organisasi akan lebih produktif. Munculnya asumsi bahwa komit- men berhubungan dengan kepuasan kerja guru dan performans mengajar guru serta prestasi akademik siswa mengacu kepada beberapa pendapat ahli ten- tang makna dari komitmen itu sendiri. Glickman (1981) mengartikan bahwa komitmen adalah ke- sediaan seseorang untuk mengorbankan waktu dan tenaga yang relatif banyak dari yang telah ditetapkan untuk meningkatkan pekerjaan. Menurut Glickman (1981), guru profesional ialah guru yang memiliki komitmen tinggi dan abstraksi tingi. Guru berko- mitmen tinggi ialah guru yang memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi kepada murid, sesama guru, atasannya, serta menyediakan waktu dan tena- ga yang banyak untuk bekerja. Pokok pikiran di atas memilikin kesesuaian dengan pendapat Morris dan Sherman (1981), yang mengatakan bahwa komitmen merupakan suatu struk- tur inisiatif atau usaha serta perhatian kepada orang lain. Kesediaan serta kepedulian yang dimaksud adalah sesuatu yang muncul dari kesadaran serta diiringi oleh ketulusan yang tinggi untuk kepenting- an bersama. Pendapat di atas sejalan dengan pen- dapat McDade (dalam Hung & Lung,1999) yang mengatakan bahwa karakteristik komitmen kerja meliputi: (a) kepercayaan yang kuat dalam mene- rima dan mendukung nilai serta tujuan pekerjaan, (b) bersedia dan mau menggunakan banyak usaha dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan peker-