83 HUBUNGAN KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN KEPUASAN KERJA GURU DENGAN PERFORMANSI MENGAJAR GURU Holten Sion Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangkaraya. Kampus UNPAR Tunjung Nyaho Jl. Yos Sudarso Palangkaraya, e-mail: holten-sion@yahoo.com Abstract: This descriptive correlational survey aimed to investigate how principal’s managerial skills and teacher’s job satisfaction related to teacher’s performance in remote areas. Using combined ran- dom-and-cluster sampling, this study involved 109 elementary schools. Data on principal’s managerial skills and teacher’s satisfaction were obtained through the use of questionaires, whereas data on teach- ing performance were collected from observation. The results indicate that there was a significant rela- tionship between the two variables of managerial skills and job satisfaction, which were of fair level, and teacher performance. Kata kunci: keterampilan manajerial, kepuasan kerja, performansi mengajar. Istilah kepuasan kerja dipergunakan untuk membe- rikan gambaran perasaan positif seseorang terhadap kerja dan lingkungan di mana yang bersangkutan bekerja. Bagi guru, kepuasan kerja merupakan suatu gambaran perasaan tentang pekerjaan dan lingkung- an di mana guru bertugas. Dapat diduga bahwa ki- nerja seorang guru dipengaruhi oleh tingkat kepu- asan kerja dari guru yang bersangkutan terhadap tu- gasnya sebagai pendidik dan pengajar, serta ling- kungan dimana yang bersangkutan bertugas. Hal ini sejalan dengan pendapat Martoyo (1998) yang menga- takan bahwa sering ada hubungan yang positif an- tara kepuasan kerja dengan prestasi kerja. Kecuali pendapat di atas, data empiris membuktikan bahwa hampir sepertiga kinerja karyawan Bank Mandiri Cabang Malang dipengaruhi oleh faktor kepuasan kerja (Andriani, 2002). Kepala sekolah merupakan salah satu sumber daya sekolah yang sangat berpengaruh terhadap kinerja guru, selain faktor-faktor lainnya. Ini berarti bahwa kinerja guru di sekolah bukan hanya dipenga- ruhi oleh kepuasan kerja guru yang bersangkutan, tetapi juga oleh kemampuan kepala sekolah sebagai pengelola sekolah itu sendiri. Berkaitan dengan per- nyataan di atas, Mantja (2002) mengatakan bahwa profesionalisme guru hendaknya mendapat perhatian dan perlu dibina secara berkesinambungan, karena keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh guru dan kepala sekolah. Pernyataan tersebut di atas, memberikan dukungan terhadap hasil penelitian Edmonds (Snyder & Anderson, 1986:17), yaitu ten- tang sekolah yang sukses di kota New York, dengan kesimpulan tidak ada sekolah yang baik dengan kepala sekolah yang tidak baik. Kesimpulan penelitian tersebut memberikan penegasan bahwa tidak ada sekolah yang baik, di- pimpin oleh kepala sekolah yang tidak baik. Di antara sekian banyak kemampuan yang ha- rus dimiliki seorang kepala sekolah, salah satunya adalah kemampuan di dalam mengelola sekolah, yang di dalam tulisan ini disebut keterampilan ma- najerial. Dengan kata lain, keberhasilan sekolah ter- masuk di dalamnya kinerja guru-guru, juga diten- tukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam me- nerapkan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksana- an, dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan seko- lah yang bersangkutan. Keterampilan manajerial me- mungkinkan seseorang pemimpin sukses dan berhasil gemilang dalam pekerjaannya secara khusus dalam membuat perencanaan, pengorganisasian, pelaksa- naan dan pengawasan pekerjaan yang dilaksanakan oleh stafnya. Kepala sekolah, sebagai manajer sekolah ditun- tut untuk menguasai dua jenis keterampilan mana- jerial, yaitu (a) keterampilan konseptual dan (b) ke-