INVENTORY | INDUSTRIAL VOCATIONAL E-JOURNAL ON AGROINDUSTRY- VOL. 1 NO. 1 Terbit online pada laman web jurnal : http://inventory.poltekatipdg.ac.id/ I N V E N T O R Y Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry | ISSN (Online) 2723-1895 | Pengendalian Kualitas Proses Pengemasan Gula Karung Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) Rizaldi Sardani 1 , Devi Faradil 1 , Suci Oktri Viarani M 1 , Eko Supriadi 2 1 Program Studi Manajemen Logistik Industri Agro, Politeknik ATI Padang,Bungo Pasang-Tabing, Padang 25171 Indonesia 2 Program Studi Teknik Kimia Bahan Nabati, Politeknik ATI Padang, Bungo Pasang-Tabing, Padang 25171 Indonesia ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: June 12, 2019 Revised: June 20, 2019 Accepted: June 27, 2020 Quality is a benchmark to determine the level of good and bad of a product. The level of quality of a product will affect customer satisfaction, hence, to produce high quality products, it is necessary for a company to have a quality control process. Quality control is a process that aims to maintain the quality of products and services that have been promised to consumers. In this study, quality control is carried out in the sugar packaging process. Where in the sugar packaging process found the resulting product has a poor quality, defective and not in accordance with specifications. This study uses the Statistical Process Control (SPC) method which aims to determine the causes of defective products with the intention that the packaging process can further minimize the level of product defects. The SPC method is a statistical analysis technique with seven statistical tools or seven tools. Based on the results of the study it can be seen that the cause of product damage / defects in the product packaging process is caused by three types of damage namely damage due to conveyor (38.17%), damage due to machine pinched (35.82%), and damage due to loose seams (26,00%) This type of damage can be caused by human error and other factors such as engine condition, engine cleanliness and the monitoring process. Proposed improvements recommended for the company are to provide training to employees, make clear work instructions, conduct periodic maintenance for the machines used, supervise all work areas, and carry out quality control for every acceptance of raw materials. KEYWORD Quality, Packaging, Seven Tools, Statistical Process Control CORRESPONDENCE Name: Rizaldi Sardani E-mail: rizaldi.sardani@poltekatipdg.ac.id PENDAHULUAN Setiap perusahaan wajib memperhatikan kualitas produk yang dihasilkannya. Kualitas produk yang terjaga akan membawa dampak baik bagi perusahaan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Produk yang memiliki kualitas yang baik lebih disukai konsumen. Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi perusahaan. Di sisi lain jika produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar kualitas, perusahaan tidak perlu melaksanakan pekerjaan ulang yang memakan waktu dan biaya. Memahami dan meningkatkan kualitas merupakan faktor utama dalam kesuksesan, pertumbuhan dan peningkatan daya saing perusahaan [1]. Sejalan dengan itu, perusahaan yang memiliki produk berkualitas tinggi menikmati keuntungan yang signifikan atas pesaingnya [2]. Maka dari itu, pemahaman atas pengendalian kualitas produk merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Setiap perusahaan memiliki bagian atau departemen yang masing-masingnya memiliki peran yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan perusahaan. Biasanya untuk proses pengujian bahan baku dan produk jadi baik itu dalam bentuk fisik maupun non fisik dikerjakan oleh bagian Quality Control yang betugas memastikan bahan baku dan produk jadi sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan [3]. Metode Statistical Process Control (SPC) merupakan metode pengendalian kualitas dengan menggunakan Tujuh Alat Bantu (Seven Tools). Tujuan dari metode ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan atau cacat dengan menggunakan langkah-langkah terukur dan terstruktur, berdasarkan data yang ada [1]. Salah satu proses yang mempengaruhi kualitas produk adalah pengemasan. Suatu produk dapat mengalami penurunan kualitas selama proses produksi. Suatu bahan dapat terkontaminsai selama proses manufaktur dan pengemasan [4]. Kemasan yang tidak baik akan membawa kerugian bagi perusahaan. Kemasan yang