Vol. 3 No. 2 : 22 - 29 Arc. Com. Health • Desember 2016 ISSN: 2527-3620 22 PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA SECARA MANDIRI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DAN NON KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Gusti Ayu Artini*, Agung Wiwiek Indrayani Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana *) email: iga_artini@yahoo.com ABSTRACT Self-medication with antibiotics (SMA) is one type of irrational use of antibiotics. In many countries, the proportion of SMA among medical students was higher than non-medical students. Aim of our study was to study the proportion of SMA, as well as the pattern of SMA and factors related to SMA. Our study was conducted in Udayana University Bali, using analytical cross sectional design. Samples were selected using multistage cluster sampling technique. The result was analyzed with chi square test. Result of our study showed that from 120 subjects in each group, 81 subjects (67.5%) medical students have performed SMA whereas in non- medical students only 23 subjects (19.2%) (p<0.000). It can be concluded that the proportion of SMA among medical students was higher than among non-medical students. Keywords: antibiotics, self-medication, students, medical ABSTRAK Salah satu bentuk irasionalitas penggunaan antibiotika adalah penggunaan antibiotika secara mandiri, tanpa resep dokter.Proporsi penggunaan antibiotika secara mandiri pada mahasiswa kedokteran lebih tinggi dibandingkan mahasiswa non kedokteran di beberapa negara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proporsi dan pola penggunaan antibiotika secara mandiri pada mahasiswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi.Penelitian ini menggunakan rancangan analitik cross sectional. Pengambilan sampel diambil dengan teknikmultistage cluster sampling.Analisis hasil menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 81 orang dari 120 mahasiswa kedokteran (67,5%) pernah menggunakan antibiotika secara mandiri (tanpa resep dokter) sedangkan pada mahasiswa non kedokteran sebanyak 23 orang dari 120 mahasiswa (19,2%) (p<0,000).Dapat disimpulkan bahwa proporsi penggunaan antibiotika secara mandiri pada mahasiswa kedokteran lebih tinggi dibandingkan mahasiswa non kedokteran. Kata kunci: antibiotika, mandiri, mahasiswa, kedokteran PENDAHULUAN Penyakit infeksi saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia.Hal ini menyebabkan penggunaan antibiotika menjadi semakin luas dan risiko resistensi pun menjadi semakin meningkat.Penggunaan antibiotika secara rasional sangat penting mengingat banyaknya kasus resistensi antibiotika yang diakibatkan oleh penggunaan yang tidak rasional. Kasus resistensi antibiotika dijumpai sebesar 70% pada infeksi yang didapat di rumah sakit di Amerika Serikat (Rack et al., 2005; Brunton et al., 2008). Kasus resistensi terhadap fluorokuinolon pun saat ini sudah dijumpai di Asia Tenggara yaitu sebesar 58%. Kasus efek samping obat dan toksisitas juga sering menjadi akibat dari penggunaan obat yang tidak rasional. Penggunaan antibiotika secara rasional sangat penting untuk meningkatkan efikasi pengobatan infeksidan meminimalisasiefek yang tidak diinginkan (DeSaussure, 2009). Hingga saat ini penggunaan antibiotika yang tidak rasional masih sering dijumpai di berbagai tempat pelayanan kesehatan. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional umumnya mencakup pemilihan obat yang tidak tepat, tidak sesuai