263 EFEK SAMPING OBAT DAN STATUS GIZI TERHADAP KEGAGALAN KONVERSI BTA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU Side Effects The Drugs and Nutritional Status of The BTA Conversion Failure in Lung Tuberculosis Patients Henny Syapitri, Normi Parida Sipayung, Marthalena Simamora Universitas Sari Mutiara Indonesia Jl. Kapt. Muslim No 79 Medan Email: heny_syahfitri86@yahoo.com ABSTRAK Pendahuluan. Penatalaksanaan keberhasilan TB paru dapat dilihat dengan melakukan evaluasi hasil pengobatan. Evaluasi keberhasilan pengobatan fase intensif dilihat dan evaluasi bakteriologis yaitu terjadinya konversi BTA (+) menjadi BTA (-). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efek samping obat dan status gizi terhadap kegagalan konversi BTA. Metode. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan case control, yang dilakukan di Balai Pengobatan Paru Kota Medan. Populasi penelitian terdiri dari populasi kasus yaitu pasien yang mengalami kegagalan konversi BTA (+) dan populasi kontrol yaitu pasien yang mengalami konversi BTA (-) setelah menjalani pengobatan fase intensif. Sampel pada kelompok kasus sebanyak 32 kasus dan sampel pada kelompok kontrol sebanyak 64 kasus. Data dianalisis dengan uji Chi- Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan variabel efek samping obat dan status gizi berpengaruh secara signifikan terhadap kegagalan konversi BTA dengan nilai (p=0,022) dan (p=0,041). Diskusi. Perlu ditingkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan tatalaksana efek samping obat dengan disediakannya sediaan obat agar efek samping yang terjadi tidak mengakibatkan berhentinya penderita untuk minum obat. Kata Kunci : Efek samping obat, status gizi, konversi BTA ABSTRACT Introduction. The successful management of pulmonary TB can be seen by evaluating the results of treatment. Evaluation of the success in intensive phases of treatment visits and evaluation of bacteriological namely the conversion of BTA (+) sputum (-). This study aimed to analyze the inuence of side effects the drugs and nutritional status of the BTA conversion failure. Methods. Types of analytical research with case control approach, which was done in Pulmonary Medicine Center of Medan. The study population consisted of the population, namely the case of patients who failed conversion of BTA (+) and a control population that patients with smear conversion (-) after undergoing intensive treatment phase. Samples in the case group were 32 cases and samples in the control group 64 cases. Data were analyzed by Chi-Square test. Result. Results showed variable drug side effects and signicantly affect the status of the failure of BTA conversion value (p = 0.022) and (p = 0.041). Discussion. Needs to be improved the ability of health workers to carry out the treatment of side effects the drugs by the availability of pharmaceutical preparations in order to side-effects that occur do not result in the cessation of the patient to take medication. Keywords: Side effects of drugs, nutritional status, conversion BTA PENDAHULUAN Sasaran program penanggulangan TB paru adalah tercapainya penemuan pasien baru TB paru BTA (+) paling sedikit 70% dari perkiraan dan menyembuhkan 85% dari semua pasien tersebut serta mempertahankannya. Target ini diharapkan dapat menurunkan tingkat prevalensi dan kematian akibat TB Paru hingga separuhnya pada tahun 2010 dibanding tahun 1990, dan mencapai tujuan Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 (Kemenkes RI, 2011). Tujuan pengobatan penderita TB paru adalah menyembuhkan penderita, mencegah kekambuhan dan menurunkan tingkat penularan. Pada tahap intensif (awal) penderita mendapat obat setiap hari dan diawasi langsung untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap OAT. Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat biasanya penderita menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2 minggu. Sebagian besar penderita TB paru dengan BTA (+) menjadi BTA (-) atau konversi pada akhir pengobatan fase intensif. Masalah utama