Pola Asuh Orangtua dalam Mengembangkan Karakter Anak Usia Dini Laila Pitra Maharani Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Padang email:lailapitramaharani21@gmail.com ABSTRACT Character building of children is carried out from early childhood. Family becomes the first environment in the process of children's character education. Parental compassion is one of the main factors in educating and shaping children's character. There are three types of parenting style, namely permissive parenting, authoritarian parenting, and democratic parenting. Children who are educated using permissive parenting will become stubborn, cling to their opinions and appear to be indifferent to others. Authoritarian parenting shapes children into children who have character who tend not to be able to solve their own problems, always need help and are not independent. Meanwhile, democratic parenting forms children to be independent, and able to control themselves, have high self- confidence, be able to socialize well in their environment, are able to overcome the problems they have, are interested in new things, are cooperative with older people, become children who obey and obey parental orders, and have high achievement motivation. However, what happens in society is that parents do not only use one parenting style in educating their children Keywords: Character education, parenting, early childhood ABSTRAK Pembentukan karakter anak dilakukan sejak anak usia dini. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam proses pendidikan karakter anak. Pola asih orang tua menjadi salah satu factor utama dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Pola asuh orang tua terdiri dari tiga jenis, yaitu pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan pola asuh demokratis. Anak yang dididik dengan menggunakan pola asuh permisif, akan menjadi anak menjadi sifat keras kepala, berpegang teguh pada pendapatnya dan terkesan tidak peduli orang lain. Pola asuh otoriter membentuk anak menjadi anak yang mempunyai karakter cenderung tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri, selalu butuh bantuan dan tidak mandiri. Sedangkan pola asuh demokratis membentuk anak menjadi mandiri, dan bisa mengontrol dirinya sendiri, mempunyai percaya diri yang tinggi, bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungannya, mampu mengatasi permasalahan yang dia miliki, tertarik dengan hal yang baru, kooperatif dengan orang yang lebih tua usianya, menjadi anak yang patuh dan menuruti perintah orang tua, dan mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi. Namun yang terjadi di masyarakat adalah orang tua tidak hanya menggunakan satu pola asuh dalam mendidik anak-anaknya Kata Kunci: Pendidikan karakter, pola asuh, anak usia dini